Wisuda massal Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng di Hotel Sunan, Solo, Kamis, 7 Mei 2026 diwarnai kejutan dan keunikan. Tidak seperti biasanya, Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo MPd seusai mewisuda seluruh atau 453 wisudawan terdiri atas 405 lulusan program sarjana S1 dan 48 program Magister, kembali mengumumkan pengumuman mengejutkan.
Sutoyo yang masih mengenakan toga komplet dan juga masih di panggung, mendadak seusai menyibak tali toga wisuda seluruh wisudawan, mengumumkan ada “kesalahan data” pada tiga peserta wisudawati. Kesalahan terjadi pada data tanggal dan bulan kelahiran mereka.
Akhirnya satu persatu dari tiga wisudawati yang duduk di kursi terpisah itu berjalan ke panggung. Raut wajah mereka yang semula semringah seusai diwisuda, sontak berubah tegang saat tampil di panggung.
Mereka seakan tak menyangka ada kesalahan data diri seperti dikemukakan Sutoyo. Namun tak lama setelah tiga orang ini tampil dipanggung, Sutoyo mengumumkan bahwa setelah dicermati ternyata ketiga wisudawati ini mempunyai tanggal dan bulan lahir yang sama yaitu 7 Mei.
Karena itu Sutoyo yang ingin memberi selamat pada hari istimewa dari ketiga wisudawati agar surprise ini, merancang acara seolah ada kesalahan data diri dan memanggil mereka ke panggung.
Setelah Sutoyo mengumumkan bahwa pemanggilan mereka sebenarnya karena bertepatan hari ulang tahun. Ketiga wisudawati itupun tampak plong dan meluapkan kegembiraan.
Sebab mereka mendapat ucapan selamat dari Rektor diiringi lagu Selamat Ulang Tahun yang ikut dinyanyikan ratusan orang yang hadir di wisuda. “Oalah, jadi ini tadi ternyata Pak Rektor nge-prank ta…?” ujar salah seorang tamu undangan sambil tertawa.
Keunikan lain yang ada pada wisuda ini adalah adanya sepasang suami istri yang diwisuda pascasarjana bareng. Mereka diwisuda bersama-sama setelah masing-masing berhasil menamatkan pendidikan di Unisri dalam waktu yang hampir bersamaan.
Lokasi Unisri Strategis
Hal lain yang tak kalah menarik adalah adanya lima orang terdiri atas ayah, anak, menantu dan kerabat lainnya yang diwisuda bareng. Dr Matnuri, 63, yang menjadi juru bicara mengatakan, dia dan keempat lainnya tadi awalnya tak sengaja masuk di Unisri bisa wisuda bareng.
“Awalnya saya dulu masuk, kemudian disusul keluarga lainnya masuk ke Unisri mengambil magister di sini. Karena sekarang ini Unisri sudah mendekati unggul dan tempatnya strategis dan semuanya terjangkau, maka kami semua memilih Unisri,” kata dia kepada awak media seusai diwisuda.
Purnawirawan TNI AD yang meniti karier melalui jenjang reguler dari kesatuan Kostrad ini mengklaim, sebelum diwisuda di Unisri, dia mengaku telah mengantongi beberapa gelar kesarjanaan.
Di antaranya selain doktor dia juga bergelar Magister Kenotariatan (MKn), Magister Administrasi Publik (MAP), Magister Manajemen (MM) dan sebagainya.
Meski usianya sudah tidak muda lagi dia mengaku tetap bersemangat menuntut ilmu. Bahkan jika ada waktu dan ilmu yang menarik dia yang sehari-hari buka praktik notaris di Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jateng dan dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Solo ini masih berminat menambah ilmu lagi.
“Saya suka ilmu apa saja yang aku belum tahu saya senang dan ingin tahu. Dengan ilmu yang berbeda-beda membuat saya semakin tua lebih dewasa dan nanti bisa memberi support kepada anak-anak. Karena ilmu itu sangat penting untuk menyongsong masa depan dunia yang lebih maju,” tegas dia.
Menanggapi wisuda ini, Sutoyo merasa senang dan bangga karena kepercayaan masyarakat terhadap Unisri cukup bagus.
“Sehingga bapak, anak, istri, adik mau memilih Unisri dan tidak memilih yang lain. Kami cukup senang, bangga dan terharu dengan adanya satu keluarga yang wisuda bareng ini,” ungkap dia.
Namun dia juga berpesan kepada para alumni agar mempunyai sikap mental kuat, motivasi yang tinggi, mempunyai jiwa militansi dan selalu bersikap positif. Karena dari situ dinilai akan menjadi orang yang bisa beradaptasi dengan lingkungan dan siap menghadapi persoalan-persoalan di masyarakat.
Pada bagian lain dia mengutarakan wisuda kali ini diikuti 453 wisudawan terdiri atas 405 lulusan program sarjana S1 dan 48 program Magister.
“Sebanyak 288 dinyatakan lulus cumlaude dan 16 di antaranya jadi lulusan terbaik dari program sarjana maupun magister,” tegas Sutoyo.
Berdasar catatannya hingga kini Unisri telah meluluskan sekitar 25.600 sarjana dan 3.125 magister. Dengan demikian total keluarga alumni Unisri atau Ganisri sekitar 28.725 tersebar di seluruh Tanah Air Indonesia.
“Kami bangga dengan kemampuan baik mahasiswa Unisri sehingga dapat lolos magang ke Jepang sebanyak 34 mahasiswa. Ada satu mahasiswa yang karena kemampuana Bahasa Jepangnya bagus, setelah wisuda ini akan langsung ke Jepang bernama Kelvin,” ungkap Sutoyo.
Beasiswa Ganisri
Lebih jauh Sutoyo berharap para alumni bisa menjaga nama baik almamater, memberi kontribusi pemikiran khususnya ke Unisri dan kepada bangsa dan negara pada umumnya, berbasis Pancasila dan nilai-nilai Slamet Riyadi.
Ke depan, papar dia, Ganisri akan memberi bewasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan keluarga yang kurang mampu. Sumber dana dari universitas dan dari keluarga alumni Unisri.
“Maka kami mohon bagi alumni atau siapapun yang akan masuk surga salah astu syaratnya, bisa memberikan sumbangan dana kepada Ganisri untuk beasiswa ke nomor rekening Bank BNI. Saya jamin aman dunia dan akherat. Jangan khawatir diblandangke, tidak! Ini Pak Pur [Purwono] selaku ketua Ganisri akan bertanggung jawab,” tegas dia.
Sedangkan Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi, Nuroso Bambang Wasisto Utomo juga mengapresiasi wisuda ini dan berharap kualitas yang baik dari yayasan.
“Kami tentu mendukung kegiatgan belajar mengajar di Unisri. Dari laporan tahunan kelihatan bahwa tahun 2025 kesejahteraan dosen dan karyawan meningkat. Efisiensi sangat besar dan tugas kami sebagai yayasan menuntut kinerja dari dosen dan karyawan,” kata dia. (Iskandar)












Komentar