Portalika.com [SURAKARTA] – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menjelaskan alasan PSI melakukan rebranding, termasuk mengganti logo dari mawar menjadi gajah.
“Logo PSI kini resmi berubah menjadi gajah. Gajah adalah simbol kekuatan, kecerdasan, keteguhan dan solidaritas. Sifat-sifat yang ingin kami tanamkan pada setiap kader PSI, berpikir jernih, bergerak bersama, tidak mudah goyah terhadap rintangan,” kata Kaesang di hadapan Presiden Prabowo saat penutupan Kongres PSI 2025 di Edutorium UMS, Solo, Minggu malam, 20 Juli 2025.
Lebih jauh dia menambahkan, gajah dalam budaya Jawa juga melambangkan kekuatan yang besar, pembawaan diri yang tenang dan berwibawa. Meski jalannya pelan, namun langkahnya mantap tak tergoyahkan.
Oleh karena itu, Kaesang berharap sifat-sifat baik dari gajah itu harus tertanam kuat dalam diri setiap kader PSI.
Dalam politik, setelah rebranding, Kaesang berharap PSI seperti gajah, menjadi kekuatan politik yang besar dan kuat namun tetap rendah hati.
“Seperti gajah yang besar tapi lembut, kuat namun penuh kearifan, kami ingin PSI hadir sebagai kekuatan politik yang tegas dan tetap rendah hati, bergerak pelan tapi pasti,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kaesang juga “melapor” kepada Presiden Prabowo bahwa PSI telah menuntaskan Pemilihan Raya.
Dalam proses pemilihan ketua umum, PSI menerapkan e-voting berbasis digital dan menerapkan sistem satu anggota satu suara.
“Ini membuka ruang baru bagi kader dan pengurus untuk saling berinteraksi, bermusyawarah, berkampanye, hingga mengambil keputusan secara efisien, transparan dan cepat. Semua melalui teknologi digital. Inilah wajah baru politik kami: modern, terbuka dan berbasis teknologi,” tandas Kaesang.
Kaesang Pangarep juga mengapresiasi tingginya angka kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo – Gibran yang mencapai 81,2 persen.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kuatnya kepercayaan rakyat kepada Bapak Presiden. Sebuah modal politik yang sangat luar biasa yang tercermin dari angka dukungan publik yang sangatlah tinggi sebagaimana ditunjukkan lembaga-lembaga survei yang mencapai 80 persen lebih,” ujar Kaesang.
Menurutnya, kepercayaan dari rakyat bukan saja amanah, tapi kesempatan emas untuk mewujudkan visi besar Indonesia di tengah kompetisi dan ketidakpastian global.
Menurutnya, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan melahirkan stabilitas politik. Ini menjadi modal penting untuk mengeksekusi program-program strategis nasional.
“Stabilitas politik yang kita miliki adalah fondasi utama bagi keberlanjutan program-program strategis nasional,” ujarnya.
Kongres PSI 2025 resmi berakhir. Selain Presiden Prabowo, juga hadir Wakil Presiden RI, Gibran, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, dan ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Maju dalam penutupan kongres. (Ariyanto/*)












Komentar