Portalika.com [SUKOHARJO] – Ratusan anggota perguruan silat SH terate atau PSHT mendatangi markas Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menuntut dituntaskannya kejadian dugaan penganiayaan anggotanya, Selasa, 5 Agustus 2025.
Kejadian penganiayaan sudah enam kali terjadi namun belum diketahui pelakunya. Persitiwa terakhir terjadi dua pekan lalu.
BRM Kusumo Putra selaku penasihat PSHT menjelaskan ratusan pesilat PSHT Terate ke Polres Sukoharjo untuk mempertanyakan perkembangan penanganan kasus penganiayaan anggota mereka.
Sebelum kejadian tersebut sudah pernah terjadi di beberapa kali di wilayah Sukoharjo atau sudah keenam kalinya dan puncaknya pada beberapa waktu yang lalu juga terjadi penganiayaan yang berujung pembakaran dua motor anggota pesilat tersebut sehingga korban mengalami luka berat.
Atas kejadian tersebut dirinya berharap kepada polisi menuntaskan kasus tersebut. Karena saat ini di internal telah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus siapa pelaku penganiayaan tersebut sehingga memberikan rasa aman dan keadilan pada keluarga korban dan anggota pesilat.
“PSHT membuka sayembara berhadiah, sudah diposting di media sosial. Ada sayembara berhadiah uang tunai senilai Rp30 juta. Uangnya ada dan tunai. Jika ada masyarakat yang mengetahui informasi terkait pelaku pembacokan anggota PSHT ranting Kartasura, kami akan beri hadiah sesuai sayembara,” tegas dia.
Meski demikian jika upaya ini dinilai tidak mampu menemui jalan buntu maka akan membawanya ke ranah Polda dan akan mengerahkan massa yang lebih banyak.
“Ini salah satu upaya kami untuk mengusut tuntas para pelaku dan motif apa penyerangan pelaku,” ungkapnya. (Naharudin)












Komentar