Portalika.com [KLATEN] – Empat mahasiswa dari Tim KKN 146 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang tergabung dalam kelompok lingkar ekonomi yaitu Aditiya Rizqi Febriansah, Vitania Astrid Widiakirana, Riska Nur Fauziah, dan Wita Sariningsih melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan penggunaan Web SI APIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan).
Kegiatan itu untuk pelaku usaha peternakan domba Bangsal Wedhus Marimulyo di Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo. Kabupaten Klaten pada 31 Juli 2025. Kegiatan dimulai pukul 16.30 WIB dan berlangsung di kediaman sekaligus lokasi usaha milik Mas Mardiyono, pemilik Bangsal Wedhus.
Program ini dilatarbelakangi oleh temuan awal yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan Mas Mardiyono, yaitu belum adanya sistem pencatatan keuangan yang terstruktur dan terdokumentasi secara rapi.
Kondisi ini tentu dapat menghambat pengelolaan keuangan usaha yang berkelanjutan. Oleh karena itu, tim lingkar ekonomi menghadirkan solusi berbasis digital melalui pelatihan penggunaan Web SI APIK, yang bertujuan untuk membantu pelaku usaha dalam mencatat transaksi secara sistematis, efisien, dan terdokumentasi.
Sesi pelatihan dibuka oleh Vitania Astrid Widiakirana, mahasiswa prodi Administrasi Bisnis, yang memaparkan latar belakang, manfaat, serta keunggulan Web SI APIK dalam pencatatan keuangan usaha mikro dan kecil.
Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam manajemen keuangan sebagai langkah menuju usaha yang lebih profesional dan berdaya saing.
Selanjutnya, Aditiya Rizqi Febriansah (Akuntansi) bersama Wita Sariningsih (Ekonomi Syariah) memberikan demonstrasi langsung terkait alur penginputan data ke dalam sistem, mencakup pencatatan aset, utang, modal, transaksi penjualan, dan pembelian dalam satu periode akuntansi.
Penjelasan dilakukan secara bertahap agar lebih mudah dipahami oleh mitra usaha.
Pada sesi terakhir, Riska Nur Fauziah (Matematika) menjelaskan fitur output berupa laporan keuangan otomatis yang dihasilkan dari data transaksi yang telah diinput sebelumnya. Ia juga memperagakan cara mengunduh (download) dan mencetak (print) laporan sebagai bentuk dokumentasi usaha yang dapat digunakan untuk evaluasi maupun kebutuhan administratif lainnya.
Mas Mardiyono menyambut baik pelatihan ini dengan penuh antusias. Ia aktif bertanya dan menunjukkan minat besar dalam menerapkan sistem pencatatan digital ini ke dalam operasional usahanya sehari-hari.
Untuk memastikan keberlanjutan program, tim lingkar ekonomi juga menyerahkan buku panduan cetak dan modul digital berisi langkah-langkah penggunaan Web SI APIK secara sederhana dan praktis.
Selain itu, tim lingkar ekonomi membuka komunikasi lanjutan dan memberikan akses kontak jika di kemudian hari Mas Mardiyono membutuhkan bantuan teknis, meskipun masa KKN telah berakhir.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Bangsal Wedhus Marimulyo dapat melakukan pencatatan keuangan secara lebih teratur, transparan, dan terukur, sehingga dapat mendukung pengembangan usaha peternakan secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Secara umum, kegiatan ini bukan hanya mengenalkan penggunaan sistem pencatatan keuangan berbasis digital yang sederhana dan mudah diterapkan, tetapi juga mendorong pelaku usaha Bangsal Wedhus yaitu Mas Mardiono untuk lebih tertib dalam pengelolaan keuangan secara mandiri.
Edukasi ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran akan pentingnya literasi finansial, khususnya bagi pelaku usaha di sektor peternakan. Pelatihan ini menjadi bentuk dukungan nyata dalam memperkuat literasi keuangan di tingkat desa, khususnya bagi pelaku usaha peternakan Bangsal Wedhus Marimulyo.
Inisiatif ini sekaligus mencerminkan peran aktif Universitas Diponegoro dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pengabdian mahasiswa yang solutif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. (*)
Penulis: Tim 146 KKN Undip 2025, Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten; Aditiya Rizqi Febriansah, Riska Nur Fauziah, Vitania Astrid Widiakirana dan Wita Sariningsih
Editor: Triantotus












Komentar