Portalika.com [PEMALANG] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 160 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan kegiatan demonstrasi tempat sampah otomatis kepada warga Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Putri Laela Syafa’ati, mahasiswa jurusan Teknologi Rekayasa Otomasi, dan berlangsung di Balaidesa Kaliprau, Rabu, 5 Agustus 2025.
Acara dihadiri perangkat desa, mulai dari Ketua RT, Ketua RW, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta puluhan warga. Bahkan, Kepala Desa Kaliprau turut mencoba langsung tempat sampah otomatis tersebut dan terlihat antusias melihat cara kerjanya.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat dalam proses pemilahan sampah organik dan anorganik.
Dalam kegiatan demonstrasi, Syafa menjelaskan bagaimana alat ini bekerja. Alat yang didemonstrasikan bekerja dengan memanfaatkan sensor ultrasonik yang mendeteksi keberadaan manusia pada jarak 50 cm.
Ketika sensor mendeteksi objek, tutup tempat sampah akan terbuka secara otomatis. Kemudian apabila dalam waktu dua detik tidak terdeteksi objek, tutup akan menutup kembali.
Tempat sampah ini memiliki dua ruang penyimpanan untuk sampah organik dan anorganik, serta dilengkapi sensor indikator penuh. Seluruh sistem mendapatkan sumber daya listrik yang berasal dari VAC 220 yang diubah menjadi 12 VDC untuk keamanan dan efisiensi penggunaan.
Melalui demonstrasi ini diharapkan warga desa kaliprau dapat menggunakan atau memanfaatkan tempat sampah otomatis ini sebagaimana mestinya. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak serta diharapkan dengan adanya tempat sampah otomatis ini warga semakin sadar akan pentingnya memilah sampah serta menggugah semangat warga untuk melakukan pemilahan.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga, yang terlihat dari antusiasme dan partisipasi aktif selama sesi tanya jawab. Beberapa warga bahkan menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan dan memproduksi alat serupa secara mandiri.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN-T Undip dalam mendukung pengelolaan lingkungan desa melalui penerapan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)
Penulis: Putri Laela Syafa’ati, mahasiswa jurusan Teknologi Rekayasa Otomasi, Undip Semarang
Editor: Triantotus












Komentar