90 Guru SD Dilatih Terapkan Deep Learning, Unisri Dorong Pembelajaran Lebih Bermakna

banner 468x60

Portalika.com [KARANGANYAR] – Transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan kurikulum baru. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh kesiapan guru dalam mengubah cara mengajar di ruang kelas.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar pendampingan implementasi Deep Learning bagi guru kelas III, IV, dan V sekolah dasar se-Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Selasa, 7 Juli 2026.

banner 300x250

Sebanyak 90 guru, 27 kepala sekolah, dan tiga pengawas sekolah mengikuti kegiatan yang berlangsung di Aula SD Negeri 1 Karangpandan. Program pengabdian kepada masyarakat tersebut dirancang untuk membantu guru memahami sekaligus mengimplementasikan konsep deep learning atau pembelajaran mendalam yang kini menjadi salah satu arah penguatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Karangpandan, Sri Hastuti, SPd, MPd, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sekadar menyelesaikan target kurikulum, tetapi memastikan setiap peserta didik benar-benar memahami konsep yang dipelajari serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Guru memiliki peran sentral dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Pendampingan seperti ini diharapkan mampu menggeser pola pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan menuju pembelajaran yang kontekstual, reflektif, dan berpusat pada peserta didik,” ujarnya.

Ketua Program Studi PGSD FKIP Unisri, Mukhlis Mustofa, SPd, MPd, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan dasar.

Menurut Mukhlis, guru merupakan aktor utama dalam keberhasilan transformasi pendidikan. Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mendampingi guru agar mampu menerjemahkan berbagai kebijakan pendidikan ke dalam praktik pembelajaran yang efektif di kelas.

“Kami ingin guru tidak hanya memahami konsep pembelajaran mendalam secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proses belajar mengajar sehingga peserta didik berkembang menjadi individu yang kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, dan terampil memecahkan masalah,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Implementasi Kerja Sama (IA) antara PGSD FKIP Unisri dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Karangpandan.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi dasar pengembangan berbagai program peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Pada sesi utama, peserta memperoleh pembekalan mengenai arah kebijakan pembelajaran mendalam serta strategi implementasinya di sekolah dasar. Materi pertama disampaikan oleh Dr Jumanto, SPd, MPd yang mengulas kebijakan pembelajaran mendalam dalam konteks transformasi pendidikan nasional.

Menurutnya, deep learning bukan sekadar istilah baru dalam dunia pendidikan, melainkan perubahan paradigma yang menempatkan pemahaman konsep sebagai tujuan utama proses belajar.

“Pendekatan Pembelajaran Mendalam bukan menambah beban guru. Sebaliknya, pendekatan ini memberi ruang agar peserta didik benar-benar memahami konsep secara utuh. Guru menjadi kunci keberhasilannya karena perubahan kebijakan hanya akan berdampak apabila terjadi perubahan praktik pembelajaran di kelas,” jelasnya.

Sementara itu, Dr Anggit Grahito Wicaksono, SPd, MPd menekankan pentingnya mengintegrasikan literasi dan numerasi dalam pembelajaran yang dekat dengan kehidupan nyata peserta didik.

Menurutnya, kemampuan membaca, memahami informasi, dan menggunakan penalaran matematis harus dikembangkan melalui persoalan yang kontekstual, bukan sekadar latihan menghafal rumus.

Usai mengikuti sesi pembekalan bersama di aula, seluruh peserta dibagi ke dalam tiga kelas paralel berdasarkan jenjang yang diampu, yakni guru kelas III, IV, dan V.

Pada setiap kelas, tiga dosen PGSD FKIP Unisri mendampingi peserta secara intensif melalui diskusi, praktik, simulasi penyusunan perangkat ajar, hingga konsultasi implementasi deep learning di ruang kelas.

Pada kelas paralel guru kelas III, M Faruq Hanafi, SPdI, MPd membawakan materi Literasi Pembelajaran Al-Qur’an, Dr Oktiana Handini, SPd, MPd mengulas Joyful Learning dengan pendekatan Quantum Learning, sedangkan Dite Hastini, SHum, MSn memperkenalkan konsep Joyful Learning berbasis kearifan lokal sebagai strategi menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus dekat dengan kehidupan peserta didik.

Sementara itu, pada kelas paralel guru kelas IV, Dr Bertha Wikara, SSi, MPd, menyampaikan materi Penguatan Karakter Berbasis Game-Based Learning, Mukhlis Mustofa, SPd, MPd membahas Literasi Mitigasi Bencana sebagai bagian dari penguatan pendidikan kontekstual, sedangkan Sarafuddin, SPd, MPd, memaparkan strategi Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Lingkungan melalui Pendekatan Deep Learning.

Adapun pada kelas paralel guru kelas V, Ani Restuningsih, SPd, MHum, memberikan materi Penguatan Literasi Dasar Keterampilan Membaca Cepat, Ema Butsi Prihastari, SPd, MPd, mengangkat tema Literasi Statistika Berbasis Lingkungan, sementara Dr Elinda Rizkasari, SPd, MPd, memandu peserta mengembangkan media kreatif sekaligus praktik pemanfaatannya melalui materi Pengembangan Media Kreatif untuk Pembelajaran Bermakna.

Melalui pendampingan yang bersifat aplikatif tersebut, para guru tidak hanya memperoleh penguatan konsep, tetapi juga kesempatan untuk menyusun rancangan pembelajaran, berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi di sekolah masing-masing, serta memperoleh umpan balik langsung dari para dosen pendamping.

Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat implementasi deep learning sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.

Kepala Program Studi PGSD FKIP Unisri berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar terus berlanjut melalui berbagai program pendampingan berkelanjutan.

Sebagai agenda tahunan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan terus diperluas ke berbagai wilayah sebagai bentuk kontribusi nyata PGSD Unisri dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

Melalui sinergi tersebut, guru diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah sebagai bekal peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. (Mayla Izha/*)

Editor: Triantotus

Komentar