Portalika.com [Klaten] – Universitas Diponegoro (Undip) resmi menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 120 pada Senin, 6 Juli 2026 di Balaidesa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang mengusung tema “Pengembangan Motif, Branding, dan Pemasaran Digital Batik Tulis Pewarna Alami Desa Jarum Kecamatan Bayat Klaten.”
Kegiatan penerjunan dihadiri dosen pembimbing, Perangkat Desa Jarum, serta 29 mahasiswa KKN-T Tim 120 dari berbagai disiplin ilmu. Tim ini berada di bawah koordinasi Adnan Fauzi, ST, MKom didampingi Dr Sunarno, SSi, MSi dan Satriyo Adhy, SSi, MT sebagai dosen pembimbing lapangan.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak desa yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Diponegoro dalam menjadikan Desa Jarum sebagai lokasi pelaksanaan KKN Tematik.
Pemerintah desa berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pengembangan potensi unggulan desa.
Pada kesempatan tersebut, dosen pembimbing, Adnan Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan KKN bukan sekadar bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan kemampuan berkolaborasi, serta menghasilkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Ketua KKN-T Tim 120, Revinza Bimarfe Maulana, memperkenalkan seluruh anggota tim kepada perangkat desa dan masyarakat yang hadir. Selain memperkenalkan anggota, Revinza juga menyampaikan gambaran umum program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
Program-program tersebut difokuskan pada pengembangan Batik Tulis Pewarna Alami Desa Jarum melalui inovasi motif yang mengikuti perkembangan pasar, penguatan identitas merek (branding), serta optimalisasi pemasaran digital guna memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan daya saing produk batik lokal.
Desa Jarum dikenal sebagai salah satu sentra Batik Tulis Pewarna Alami di Kabupaten Klaten yang mempertahankan penggunaan bahan-bahan alami sebagai pewarna kain.
Potensi tersebut menjadi dasar kolaborasi antara Universitas Diponegoro dan masyarakat dalam mendorong pengembangan produk batik yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya, namun mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern melalui pemanfaatan teknologi digital.
Melalui kegiatan penerjunan ini, mahasiswa juga memperoleh gambaran awal mengenai kondisi sosial, budaya, serta potensi ekonomi yang dimiliki Desa Jarum.
Tahap awal ini menjadi landasan penting dalam menyusun dan mengimplementasikan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, KKN-T Tim 120 Universitas Diponegoro diharapkan mampu menjadi mitra bagi Desa Jarum dalam mengembangkan Batik Tulis Pewarna Alami agar semakin dikenal luas.
Melalui penguatan inovasi motif, branding yang lebih menarik, serta strategi pemasaran digital yang efektif, program KKN ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing UMKM batik di tingkat nasional maupun global. (*)
Editor: Suryono












Komentar