Mahasiswa KKN Unisri Surakarta Memberi Rumus Jitu Agar Balita Tidak Menjadi Stunting

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Mahasiswa dari kelompok 60 Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (Unisri) Solo dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Andri Astuti Itasari, SSos, MIkom, telah melaksanakan kegiatan sosialisasi berfokus pada pentingnya pencegahan stunting dengan memperhatikan pola konsumsi pada balita atau anak-anak.

Kegiatan dilakukan di Posyandu Brajan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Sasaran dari kegiatan yaitu balita dan anak-anak posyandu dengan jumlah 50. Lia Purwaningsih, seorang mahasiswa yang tergabung dalam kelompok tersebut, Selasa, 15 Agustus 2023, mengatakan telah menjadi penggerak dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung secara luring di TK bugel 2 pada 11 Agustus 2023.

banner 300x250

Kegiatan ini dilakukan guna memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemahaman pemberian MP ASI pada anak-anak atau balita sesuai dengan usia anak agar gizi anak tercukupi  dan meminimalisir masalah kesehatan. Menurutnya, sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman mengenai fungsi dari pemberian MP ASI sesuai usia balita dan makanan apa saja yang baik dikonsumsi serta diharapkan mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat.

Baca juga: Pelajar SDN Blagung Diajak Aktif Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila

Dalam sesi sosialisasi, Retno menjelaskan kepada para ibu-ibu yang memiliki balita tentang pentingnya pemberian MP ASI yang sesuai dengan umur balita untuk mencegah masalah stunting pada anak-anak atau balita. Media yang digunakan sebagai edukasi berupa makanan puding labu kuning yang dibagikan kepada anak-anak balita dan menjelaskan proses pembuatan puding labu kuning kepada ibu-ibu.

Portalika.com/Ist

Pada saat memaparkan materi, Retno bertanya, “apa itu stunting?” terlihat para ibu-ibu menampakkan wajah bingung sambil berpikir, san seorang ibu menjawab, “berat badan bayi yang kurang sesuai dengan usianya”. Ibu-ibu yang lain ingin menyampaikan pendapat, namun enggan untuk berbicara.

Hal ini menunjukkan bahwasannya ibu-ibu masih bingung mengenai stunting pada anak-anak atau balita. Kemudian, Retno melanjutkan pematerian dengan mengedukasi tentang pengertian stunting, penyebab stunting, ciri-ciri stunting pada anak-anak, pencegahan stunting, tujuan diberikan MP ASI, dampak diberikan MP ASI yang terlambat, ketepatan usia pemberian MP ASI, dan resep puding labu kuning.

Lia  juga menjelaskan, pemberian MP ASI  itu  yang mengandung beberapa kandungan gizi di dalamnya, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, lemak dan mineral. Pemberian MP ASI  harus sesuai dengan usia anak. Walaupun demikian, selama kandungan gizi pada menu MP ASI itu lengkap. (Heris)

Komentar