Portalika.com [KARANGANYAR] – Sektor pariwisata pedesaan di Kabupaten Karanganyar terus memacu diri agar adaptif di era modern. Guna memperkuat daya saing tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng menggelar program transformasi digital yang menyasar para pelaku UMKM homestay di Desa Wisata Sumberbulu, Kabupaten Karanganyar, Jateng.
Siaran pers dari Unisri menyebutkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tajuk utama “Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Homestay melalui Pelatihan Digital Marketing”.
Langkah taktis ini diambil demi menjawab tantangan riil di mana mayoritas wisatawan modern kini mengandalkan platform online untuk mencari akomodasi dan destinasi liburan.
Ketua Tim Pengabdian Fisip Unisri Solo, Dra Maya Sekar Wangi, MSi, mengungkapkan perubahan perilaku konsumen dalam industri pariwisata bergerak sangat masif. Jika pengelola penginapan lokal tidak dibekali kecakapan digital marketing yang mumpuni, potensi besar desa wisata berbasis alam ini bisa terlewatkan.
“Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara wisatawan mencari informasi dan menentukan pilihan akomodasi. Pengelola homestay di Desa Wisata Sumberbulu perlu menguasai platform digital agar mampu bersaing, memperluas jangkauan promosi, dan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan,” ujar Maya belum lama ini.
Dalam menyukseskan program ini, Maya didampingi oleh anggota tim yang kompeten di bidangnya, yaitu Silvi Aris Arlinda, SIKom, MIKom dan Drs Siswanta, M.lSi.
Materi yang dihadirkan pun dirancang secara komprehensif, mulai dari pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan hingga optimalisasi pencarian lokal di Google.
Pada sesi pertama, Silvi Aris Arlinda membedah tuntas mengenai Strategi Media Sosial & AI. Di sini, para pemilik homestay Karanganyar tidak sekadar diajarkan membuat akun bisnis biasa, melainkan dipandu menyusun content calendar bulanan agar promosi berjalan konsisten dan terstruktur.
Menariknya, pelatihan ini juga mengintegrasikan teknologi AI berupa ChatGPT. Melalui smartphone masing-masing, para peserta langsung mempraktikkan cara berinteraksi dengan AI untuk memproduksi ide konten yang kreatif, menulis caption Instagram atau TikTok yang memikat, hingga merancang konsep desain promosi yang hemat waktu namun tetap profesional.
Daftar Google Maps demi Kredibilitas Homestay Karanganyar
Sesi berikutnya tidak kalah krusial, yakni Optimalisasi Google Maps & Google Review yang dipandu oleh Drs Siswanta, MSi. Tim Unisri mendampingi secara intim setiap peserta untuk mendaftarkan titik koordinat lokasi usaha mereka di Google Maps, melengkapi profil bisnis, serta mengunggah foto-foto fasilitas kamar yang menarik.
Siswanta menekankan bahwa ulasan atau review positif dari pengunjung terdahulu adalah aset digital terbesar untuk membangun kredibilitas. Calon wisatawan cenderung memilih homestay yang memiliki rating tinggi dan ulasan yang tepercaya di Google pencarian.
Oleh karena itu, para peserta dilatih untuk menjaga ritme dan konsistensi konten promosi yang informatif, dengan tetap menonjolkan karakteristik khas Desa Wisata Sumberbulu sebagai destinasi unggulan berbasis alam (ecotourism) dan pemberdayaan masyarakat.
Sepanjang pelatihan, suasana interaktif begitu terasa. Para pemilik homestay tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar fitur-fitur terbaru Instagram, taktik jitu mendapatkan ulasan bintang lima dari pelancong, hingga cara instan memanfaatkan AI sebagai asisten pemasaran digital pribadi.
Program strategis ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Unisri Solo. Melalui sinergi yang solid antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM lokal, akselerasi digitalisasi pariwisata diharapkan bergulir secara berkelanjutan.
“Kami berharap Desa Wisata Sumberbulu bisa menjadi role model atau contoh desa wisata yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di era digital ini, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat,” pungkas Maya. (Iskandar)












Komentar