Portalika.com [PEMALANG] – Sebuah karya digital kreatif lahir dari pesisir Kaliprau, memadukan cerita, seni, dan inovasi dalam dua bahasa. Flipbook bilingual berjudul Kisah di Balik Kaliprau: Kisah Indah dari Pesisir Pulau Jawa. Belinda Putri Pramudia Steva Nova, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang tergabung dalam KKNT Tim 160, siap mengenalkan salah satu desa di Pemalang kepada pembaca seluruh dunia.
Diluncurkan di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, pada Senin, 11 Agustus 2025, flipbook ini menjadi terobosan dalam mendokumentasikan sekaligus mempromosikan pesona desa Kaliprau.
Perpaduan sastra, seni, dan teknologi menjadikannya bukan hanya sekedar berbentuk sebuah buku digital, melainkan menjadi jendela yang membuka pandangan pembaca terhadap kehidupan, budaya, dan inovasi yang ada pada warga pesisir.
Flipbook ini memuat ragam konten yang memikat. Mulai dari cerita pendek yang merekam keseharian warga pesisir, peta Desa Kaliprau bergaya peta kuno yang penuh ilustrasi artistik, penjelasan tentang inovasi tempat sampah otomatis sebagai langkah nyata menjaga lingkungan, dan kisah terciptanya lilin aromaterapi yang diberi nama “Marlene” yang lahir dari proses daur ulang minyak jelantah menjadi produk bernilai tinggi dengan aroma yang memikat hati.

Keunikan flipbook ini terletak pada penyajiannya dalam dua bahasa: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Menurut Belinda, format bilingual dipilih agar jangkauannya lebih luas.
“Saya ingin kisah Kaliprau tidak hanya dinikmati oleh masyarakat lokal, tetapi juga sampai ke telinga pembaca dan wisatawan mancanegara. Bahasa Inggris dipilih untuk menjadi sebuah jembatan agar dunia dapat mengenal potensi dan budaya desa ini,” ujarnya.
Dengan konsep digital dan dapat diakses dari berbagai perangkat, flipbook ini diharapkan menjadi sebuah media promosi budaya, inovasi, dan potensi wisata Kaliprau.
Melalui karya ini, Belinda berharap Kaliprau semakin dikenal, tidak hanya sebagai desa pesisir yang indah, tetapi juga sebagai contoh bagaimana teknologi dapat berpadu dengan kearifan lokal untuk membawa cerita desa ke dalam lingkup kancah dunia. (*)
Penulis: Belinda Putri Pramudia Steva Nova, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris Undip Semarang
Editor: Triantotus












Komentar