Inovasi Mahasiswa Undip: Alat Deteksi Kebocoran Gas LPG Berbasis IoT untuk Keamanan Dapur

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Brian Fari Firmansyah, menciptakan inovasi canggih berupa alat pendeteksi kebocoran gas LPG berbasis Internet of Things (IoT).

Inovasi ini dirancang untuk mendukung keamanan di dapur, khususnya dalam rangka pengolahan pangan lokal bagi generasi sehat.

banner 300x250

Alat ini dikembangkan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU Tim 85 yang berlokasi di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Keunggulan alat ini terletak pada sistemnya yang terintegrasi dan mudah digunakan.

Bagaimana Alat Ini Bekerja? Brian menjelaskan bahwa alat ini memanfaatkan beberapa komponen utama. ESP32 berfungsi sebagai mikrokontroler yang menjadi otak perangkat, sedangkan sensor gas MQ-2 bertugas mendeteksi keberadaan gas LPG di udara.

Data dari sensor ini kemudian dikirimkan ke database real-time Google Firebase.

“Ketika sensor mendeteksi kebocoran gas melebihi batas aman, alat ini akan langsung memberikan notifikasi,” ujar Brian.

“Notifikasi tersebut dikirimkan ke aplikasi yang telah dibuat menggunakan Kodular, sehingga pengguna dapat menerima peringatan dini langsung di ponsel mereka,” tambahnya.

Dampak dan Manfaat bagi Masyarakat

Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat kebocoran gas LPG yang kerap terjadi di rumah tangga.

Dengan adanya peringatan dini, masyarakat dapat segera mengambil tindakan pencegahan, seperti mematikan kompor, membuka jendela, dan menutup regulator gas, sebelum insiden yang tidak diinginkan terjadi.

Alat pendeteksi kebocoran gas ini tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga mendukung kemandirian masyarakat dalam mengadopsi teknologi modern.

Brian berharap inovasinya ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan diproduksi secara massal agar bisa dimanfaatkan oleh lebih banyak keluarga.

“Kesadaran akan keamanan di dapur sangat penting, terutama saat mengolah pangan lokal untuk keluarga. Inovasi ini adalah langkah kecil kami untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung program generasi sehat,” ujar Brian. (*)

Penulis: Brian Fari Firmansyah, mahasiswa Teknik Elektro, Undip Semarang

Editor: Triantotus

Komentar