Anak-Anak SD Manjungan Langsung ‘Melek’ Finansial, Mahasiswi Unisri Ajarkan Jurus Menabung Cerdas

Lewat Video dan Hadiah Menarik, Mahasiswi KKN Unisri Tanamkan Kesadaran Literasi Keuangan Sejak Dini.

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Kebiasaan menghabiskan uang jajan tanpa berpikir panjang sering kali menjadi masalah umum di kalangan anak-anak. Menyadari hal ini, mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Miftakhul Nur Janah, mengambil langkah proaktif. Ia menggelar sosialisasi bertajuk “Pentingnya Menabung: Membangun Masa Depan Cerah dengan Literasi Keuangan Sejak Dini” di SD Negeri 2 Manjungan pada 29 Juli 2025. Seluruh siswa kelas II dan III mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.

Miftakhul, mahasiswa dari program studi Ekonomi dan Bisnis, memiliki tujuan utama untuk mengenalkan pentingnya menabung dan menumbuhkan literasi keuangan sederhana sejak dini. Ia ingin para siswa memiliki kesadaran dalam mengelola uang jajan mereka secara bijak. Melalui penyampaian materi yang komunikatif, ia menjelaskan makna menabung, manfaatnya untuk masa depan, dan cara menyisihkan uang sedikit demi sedikit.

banner 300x250
mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Miftakhul Nur Janah, mengambil langkah proaktif. Ia menggelar sosialisasi bertajuk “Pentingnya Menabung: Membangun Masa Depan Cerah dengan Literasi Keuangan Sejak Dini” di SD Negeri 2 Manjungan pada 29 Juli 2025. (Foto: Dok.)

Agar sosialisasi lebih menarik, Miftakhul menggunakan media video pendek yang mengisahkan seorang anak yang berhasil membeli barang impiannya berkat disiplin menabung. Metode ini efektif menarik perhatian siswa dan membuat mereka mudah memahami konsep yang disampaikan. Setelah pemutaran video, diadakan sesi tanya jawab dan kuis ringan seputar menabung. Siswa yang berhasil menjawab mendapatkan hadiah kecil berupa stiker, alat tulis, dan camilan.

Antusiasme siswa terlihat jelas ketika mereka diminta menuliskan tujuan menabung mereka. Berbagai impian sederhana seperti membeli sepatu sekolah baru atau menabung untuk keperluan sekolah menjadi motivasi nyata bagi mereka. “Melalui sosialisasi ini, kami berharap anak-anak menjadi lebih peka terhadap pentingnya menyisihkan uang sejak dini,” ujar Miftakhul.

Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi keuangan dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Diharapkan, program ini dapat membentuk karakter yang bertanggung jawab terhadap keuangan pribadi, serta menjadi bekal penting bagi para siswa dalam merencanakan masa depan mereka dengan lebih baik.

Komentar