Mahasiswa Unisri Ajak Siswa SD Gledeg Gemar Menabung Sejak Dini

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Rahmasita Pramudya Yudhiarti dalam rangka menjalankan Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Desa Gledeg, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten telah melaksanakan program kerjanya yaitu Sosialisasi Gemar Menabung Sejak Dini untuk siswa Sekolah Dasar kelas IV dan VI SD Negeri 2 Gledeg.

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 31 Juli 2025 dengan total siswa dan siswi sebanyak 12 anak. Program kerja ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman dasar tentang pentingnya menabung kepada anak-anak sejak usia dini.

banner 300x250

Mengingat di era konsumtif dan digital seperti saat ini anak-anak sering kali mudah tergoda untuk membelanjakan uang tanpa perencanaan, maka pendidikan mengenai kebiasaan menabung menjadi bekal penting untuk membentuk karakter hemat, disiplin, serta bertanggung jawab sejak kecil.

Menurutnya, mengajarkan anak SD tentang menabung mungkin terdengar sederhana, tetapi sebenarnya hal ini merupakan fondasi penting dalam membangun kebiasaan keuangan yang bagus di masa depan.

Melalui pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan penuh cerita, saya membahas berbagai topik dasar tentang uang dan kebiasaan menabung dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, saya menyampaikan materi seputar: Apa itu menabung dan mengapa penting? “Saya memulai dengan menjelaskan bahwa menabung adalah menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk digunakan di masa depan. Anak-anak dikenalkan bahwa menabung bukan hanya menyimpan uang di celengan, tetapi juga bisa di bank atau koperasi sekolah,” katanya.

Juga ditekankan bahwa dengan menabung, mereka bisa memiliki cadangan untuk kebutuhan mendadak atau membeli sesuatu yang lebih bermanfaat di kemudian hari.

Kenudian membedakan kebutuhan dan keinginan. Salah satu bagian yang menarik adalah ketika saya mengajak anak-anak untuk memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan. “Saya menjelaskan bahwa kebutuhan adalah hal-hal penting seperti makanan, alat tulis, atau seragam sekolah, sementara keinginan adalah hal-hal yang menyenangkan tetapi tidak wajib, seperti mainan atau jajanan berlebihan,” katanya.

Dengan membedakan keduanya, anak-anak belajar bahwa menabung membantu mereka memenuhi hal-hal yang benar-benar penting. Dan juga cara mengelola uang saku disampaikan agar anak-anak diajak untuk belajar mengelola uang saku sederhana.

“Saya memberikan contoh pembagian sederhana: sebagian digunakan untuk kebutuhan hariandan sebagian untuk ditabung. Saya juga memperkenalkan konsep tujuan menabung jangka pendek, misalnya untuk membeli mainan kecil dalam beberapa hari dan jangka menengah , misalnya untuk membeli sepeda dalam beberapa bulan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi dapat memahami pentingnya menabung, mampu membedakan kebutuhan dengan keinginan, serta mulai membiasakan diri menyisihkan sebagian uang sakunya. Menabung seharusnya tidak menunggu hingga dewasa, melainkan dimulai sejak dini agar membentuk karakter hemat, disiplin, dan mandiri.

Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang bermanfaat bagi generasi muda di Desa Gledeg dalam membangun masa depan yang lebih terencana dan cerdas dalam mengelola keuangan. (*)

Penulis: Rahmasita Pramudya Yudhiarti, mahasiswa Unisri Surakarta

Editor: Suryono

Komentar