Mahasiswa Unisri Dorong UMKM Dukuh Jetis Go Digital melalui QRIS dan Literasi Keuangan

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan program Penguatan Pembayaran Digital UMKM melalui QRIS Dana dan Literasi Keuangan Digital di wilayah Dukuh Jetis, Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.

Kegiatan ini dilakukan mahasiswa KKN Kelompok 29 Unisri yang dipandu oleh Wahyu Nur Eviana sebagai penanggung jawab, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Fikriana Mahar Rizqi, SIKom, MA. Program ini merupakan salah satu wujud implementasi dengan tema KKN Sinergi Unisri, Pemerintah, dan Masyarakat Desa: Penguatan Potensi Lokal Guna Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan.

banner 300x250

Program ini bertujuan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih siap menghadapi era digital, khususnya dalam penggunaan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS.

Kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahap :

  1. Sosialisasi Awal dan Registrasi QRIS Dana pada 24 Juli 2025. Mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai manfaat pembayaran digital melalui QRIS, meliputi keamanan transaksi, kemudahan pencatatan keuangan, serta peluang memperluas akses pasar bagi UMKM. Pada tahap ini juga dilakukan pendampingan proses registrasi QRIS melalui aplikasi Dana hingga akun siap digunakan.
  2. Pelatihan Literasi Keuangan Digital pada 24 Juli 2025).Pelaku UMKM memperoleh materi mengenai pentingnya pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan usaha secara digital, serta praktik penggunaan aplikasi dompet digital resmi seperti Dana sebagai sarana penerimaan pembayaran melalui QRIS.
  3. Pendampingan dan Evaluasi pada 31 Juli 2025. Mahasiswa mendampingi secara langsung penerapan pembayaran QRIS dalam transaksi riil di UMKM serta melakukan evaluasi terhadap kendala yang dihadapi. Pada tahap ini, UMKM telah berhasil menyelesaikan proses pendaftaran QRIS dan melakukan transaksi pertama dengan pendampingan mahasiswa.

“Berhasil menyelesaikan program pendampingan pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM di Dukuh Jetis,” katanya.

Pendampingan dilakukan dengan metode sosialisasi dan edukasi langsung di salah satu pelaku UMKM, untuk yang merasakan manfaat kegiatan ini adalah Toko Laris Endah, pemilik toko kelontong dan sembako di Dukuh Jetis.

Selama ini dia hanya menerima pembayaran tunai, namun setelah mendapat pendampingan, kini tokonya sudah bisa melayani pembayaran digital dengan QRIS.

“Awalnya saya bingung, tapi ternyata mudah. Sekarang pembeli bisa bayar pakai QRIS uang langsung masuk dan saya bisa cek langsung di aplikasi dana” ujar Endah.

Banyak pelaku UMKM yang masih kesulitan dalam proses pendaftaran QRIS karena keterbatasan pemahaman aplikasi digital dan sudah berusia lanjut sehingga kesulitan beradaptasi dengan penggunaan teknologi digital. Selain itu, sebagian di antara mereka tidak memiliki telepon pintar (smartphone) sehingga belum dapat mengakses aplikasi Dana maupun QRIS secara mandiri.

Meski ada kendala tersebut, kegiatan ini tetap mendapat sambutan positif. Wahyu Nur Eviana, mahasiswa pelaksana program, berharap pelaku UMKM konsisten menggunakan pembayaran digital agar usaha mereka lebih transparan, efisien, dan mampu bersaing di era modern.

Dengan adanya QRIS dan literasi keuangan digital, UMKM di Dukuh Jetis diharapkan mampu bertransformasi menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen dalam bertransaksi. (*)

Penulis : Wahyu Nur Eviana, mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisri Surakarta

Editor: Suryono

Komentar