Mahasiswi KKN Unisri Latih UMKM Desa Jemawan, Ubah Pemasaran Konvensional Jadi Digital dan Jangkau Pasar Lebih Luas

Tingkatkan Penjualan Lewat Strategi Online dan Offline, Program KKN Unisri Bantu UMKM Jatinom Naik Kelas.

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Di tengah gempuran tren digitalisasi, banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa masih mengandalkan pemasaran konvensional. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Pramita Juliantika, meluncurkan program inovatif. Ia mengadakan pelatihan bertajuk “Pelatihan Pemasaran Produk UMKM Desa Jemawan untuk Meningkatkan Penjualan dan Jangkauan Pasar” pada 29 Juli 2025, yang dilaksanakan langsung di rumah para pelaku usaha di Desa Jemawan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.

Pramita menyasar pelaku UMKM lokal seperti Rumah Tahu Pak Min, Produksi Gembus Ibu Boiyem, dan Tahu Bakso Pak Jaya, yang selama ini masih bergantung pada metode penjualan tradisional. “Pelaku UMKM di Jemawan banyak yang belum mengenal dunia digital. Lewat pelatihan ini, mereka bisa membangun citra merek dan memperluas pasar melalui saluran online,” ujar Pramita. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan menggeser paradigma pemasaran konvensional agar para pelaku usaha dapat bersaing di era modern.

banner 300x250

Para pelaku usaha mendapatkan pendampingan langsung yang mencakup strategi pemasaran offline dan online. Untuk pemasaran offline, Pramita membantu mereka membuat spanduk, brosur, dan stiker produk. Sementara untuk pemasaran digital, mereka dilatih menggunakan media sosial seperti WhatsApp Business, Instagram, dan marketplace. Pelatihan ini juga menyentuh aspek branding, termasuk pembuatan logo dan tagline untuk produk-produk UMKM tersebut.

Langkah praktis lainnya adalah pendaftaran usaha ke Google Maps, yang memudahkan konsumen menemukan lokasi mereka. Inisiatif ini sangat diapresiasi oleh para pelaku UMKM. Ibu Boiyem, pemilik Produksi Gembus, mengungkapkan, “Desain promosi baru ini membuat usaha kami terlihat lebih profesional dan mudah ditemukan.” Hal ini menunjukkan bahwa sentuhan profesional dapat memberikan dampak besar pada citra bisnis.

Kegiatan ini sejalan dengan data dari Kementerian Koperasi dan UKM yang menunjukkan peningkatan adopsi teknologi digital oleh UMKM hingga 15% pada tahun 2024. Hal ini menegaskan bahwa kebutuhan akan pelatihan digitalisasi sangat relevan. Pramita berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Jemawan untuk terus berinovasi, meningkatkan penjualan, dan menjaga keberlanjutan bisnis di masa depan.

Penulis: Pramita Juliantika, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta

Komentar