Portalika.com [SURAKARTA] – Untuk kali kesekian Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng menggelar seminar nasional mengundang para pembicara nasional. Belum lama ini Unisri menggelar seminar bertajuk “Seminar Nasional Reformasi Sistem Pemilu Pascaputusan MK”.
Seminar yang digelar di lantai tujuh Kampus 2 Unisri Jl Sumpah Pemuda, Joglo, Banjarsari, Solo ini menghadirkan tiga tokoh nasional. Mereka masing-masing Pakar Hukum Tata Negara UGM Yogyakarta, akademisi, dan aktivis Indonesia, Prof Dr Zainal Arifi Mochtar, SH, LLM; Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, aktivis, Peneliti Kepemiluan dan Demokrasi Indonesia, Titi Anggraini SH, MH; dan Wakil Ketua Komisi II DPR dari PDIP, Aria Bima.
Wakil Rektor 1 Unisri, Ir Saiful Bahri MKom seusai membuka kepada awak media mengatakan, pihaknya terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswanya melalui berbagai kegiatan seminar dan diskusi publik.
Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan rutin menghadirkan tokoh-tokoh nasional serta praktisi ahli ke lingkungan kampus.
“Kegiatan semacam ini merupakan bentuk kepedulian Unisri terhadap perkembangan dunia hukum dan pemerintahan di Indonesia, agar pemerintah memperoleh masukan. Karena ini topiknya khusus,” ujar dia.
Menurut dia tujuan utama dari penyelenggaraan seminar dengan narasumber kredibel adalah untuk membangun suasana akademik yang dinamis. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menyerap teori dari dosen di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung dari para pakar di lapangan.
“Suasana akademik itu harus dibangun tidak hanya di kelas, tapi juga melalui model kegiatan seminar dan diskusi dengan menghadirkan narasumber yang kredibel dan terpercaya. Ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dalam mengembangkan keilmuannya,” kata Saiful Bahri.
Dia menjelaskan Unisri menyadari adanya celah antara teori yang diajarkan di bangku kuliah dengan realita praktis di dunia kerja. Oleh karena itu, universitas mewajibkan setiap program studi untuk menghadirkan praktisi dari berbagai latar belakang, mulai dari anggota DPRD, kepolisian, hingga kejaksaan.
Hal ini dinilai sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi mahasiswa Magister Ilmu Hukum (MIH) yang mayoritas sudah bekerja. Kehadiran para praktisi memberikan kepercayaan diri dan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa bahwa kampus mereka peduli terhadap kebutuhan dunia kerja yang nyata.
Inisiatif Mahasiswa
Menariknya, seminar-seminar bertema khusus yang sering digelar di Unisri belakangan ini bukan hanya inisiatif dari pihak universitas, melainkan juga hasil kerja keras mahasiswa, khususnya mahasiswa MIH.
“Kegiatan ini murni dari mahasiswa MIH S2 Hukum. Kami dari universitas memberikan dukungan penuh dan kebijakan untuk memfasilitasi hadirnya tokoh-tokoh nasional tersebut demi memperkaya khazanah keilmuan yang sesuai dengan kondisi lapangan,” tambah Saiful.
Dengan strategi ini, Unisri berharap dapat terus melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara teoritis, tetapi juga tangguh dan siap menghadapi dinamika hukum yang kompleks di Indonesia.
Sementara itu Dekan Fakultas Hukum Unisri, Dr Dora Kusumastuti, SH, MH mengatakan seminar ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ilmu pengetahuan di Indonesia.
“Kami berupaya mempertemukan aktor-aktor kunci, seperti Mbak Titi [Anggraini] sebagai penggugat di MK dan Pak Aria Bima dari sisi legislatif, agar mahasiswa dan peserta memiliki gambaran utuh mengenai masa depan pemilu kita,” kata Dora.
Dia menjelaskan, acara ini juga menjadi momentum perkenalan gedung baru Kampus 2 Unisri yang akan menjadi pusat belajar Fakultas Hukum. Dora juga mengumumkan rencana pembukaan Program Studi Kenotariatan serta target pendirian Program S3 Ilmu Hukum pada tahun 2027. (Iskandar)












Komentar