BPIP Dan 17 Ponpes Berkolaborasi Penguatan Pancasila Pada Napiter

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Sebanyak 17 pondok pesantren telah bersedia menjadi mediator dan akan dikolaborasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam menangani warga binaan agar kembali ke NKRI setelah bebas.

Ada beberapa napiter yang sudah kembali ke NKRI namun ada yang perlu penguatan lagi. Selain itu pengurus BPIP akan turun menyosialisasikan empat pilar agar semua warga memahami bahwa Indonesia itu negara besar.

banner 300x250

Pernyataan itu disampaikan Kepala BPIP, Prof Drs KH Yudian Wahyudi, saat doorstop dengan insan pers di Wonogiri, Jumat, 22 Agustus 2025. Santri Ponpes Terpadu Al Huda dan murid SMPIT dan SMAIT Wonogiri, Bulusari, Desa Bulusulur, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri mengikuti sosialisasi empat pilar dan menjadi relawan gerakan kebajikan Pancasila.

“Ada 17 pondok pesantren yang sudah mengiyakan dan nanti jadi tempat penguatan idiologi Pancasila bagi napiter. Sudah ada beberapa napiter yang kembali ke NKRI seperti di Banten,” katanya.

Yudian menjelaskan masyarakat bisa mengajukan surat permohonan sosialisasi empat pilar. “Jadi nanti BPIP akan turun dan berkolaborasi dengan masyarakat untuk penguatan Pancasila. Hari ini Alhamdulillah di Wonogiri telah muncul penguatan relawan gerakan kebajikan Pancasila kepada kelompok masyarakat,” ujarnya.

Yudian Wahyudi, menjelaskan BPIP terus berupaya menjangkau seluruh elemen masyarakat untuk mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, Pancasila tidak hanya sekadar ideologi, tetapi juga harus diimplementasikan melalui gerakan kebajikan atau aksi-aksi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat.

Acara ini secara masif menyasar para santri, mengingat peran mereka yang sangat strategis sebagai agen perubahan dan pembawa pesan perdamaian. Para santri diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, menjadi contoh toleransi dan gotong royong bagi masyarakat luas.

Dengan melibatkan para santri, BPIP berharap semangat persatuan dan kesatuan akan dimulai dari pondok pesantren hingga pelosok desa.

Portalika.com/Triantotus

Pancasila adalah prioritas utama untuk menjaga keutuhan dan keberlanjutan bangsa. Hadir aggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Drs H Hamid Noor Yasin, MM, Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, narasumber dan tamu undangan. Acara di Ponpes Al Huda Wonogiri ini digagas oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

70 Persen Usia Muda Terpidana Narkoba

Sedangkan Hamid Noor Yasin mengajak para santri untuk menjadi Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila. Ia juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Prof Yudian atas kehadirannya yang menunjukkan perhatian besar BPIP terhadap Wonogiri.

Menurut politisi PKS ini, BPIP memiliki PR besar agar sumber daya manusia, khususnya generasi muda terpatri idiologi Pancasila. “Generasi muda sekarang, nanti akan menjadi pemimpin bangsa. Presiden Prabowo mencanangkan Indonesia Emas tahun 2045,” ujarnya.

Untuk mencapai target itu, ujarnya, tergantung generasi muda saat ini. “Pilar sumber daya manusia baik dan buruk itu ada di kualitas pendidikan, baik kualitas intelektual, kualitas emosional maupun kualitas spiritual,” jelasnya.

Hamid mengatakan dari kunjungan yang dilakukan kondisi lapas full bahkan overload. Dari jumlah itu, 70 persen generasi muda dengan kasus narkoba. “Kondisi ini menjadi perhatian serius agar generasi muda bangsa terbebas narkoba.” (Triantotus)

Komentar