Anak SD Negeri 01 Gumul Dilatih Membuat Aksesori Manik-Manik dan Kemasan Produk Usaha

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Kreativitas dan jiwa wirausaha sejak dini ditanamkan kepada siswa-siswi SD Negeri 01 Gumul melalui kegiatan pelatihan pembuatan kerajinan aksesori berbahan dasar manik-manik serta pembuatan kemasan produk sederhana.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lia Saputri, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, yang saat ini menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, menginisiasi sebuah program kerja berunjuk Pelatihan Pembuatan Kerajinan Aksesoris Manik-Manik Dan Kemasan Produk Usaha.

banner 300x250

Dalam pelatihan pada 30 Juli 2025 tersebut, para siswa diajarkan  membuat gelang dari manik-manik warna-warni. Setiap anak memilih sendiri warna dan bentuk manik-manik sesuai selera. Proses perangkaiannya dilakukan dengan teliti dan sabar, sehingga hasilnya indah dan layak pakai.

Tidak berhenti sampai di situ, para siswa juga mendapatkan materi membuat kemasan yang cantik agar produk terlihat rapi, menarik, dan siap dijual.

Lia Saputri menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kreativitas, melatih ketekunan, serta menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini pada anak-anak sekolah dasar.

Portalika.com/Ist

“Dengan kegiatan ini, saya berharap anak-anak bisa belajar berkreasi sekaligus memahami pentingnya nilai usaha dari sebuah karya,” ujarnya.

Sepanjang kegiatan, tawa dan canda anak-anak memenuhi ruangan. Mereka saling membantu, menunjukkan hasil karya, bahkan saling bertukar manik-manik untuk mendapatkan kombinasi warna yang lebih cantik.

Salah satu siswa kelas V, Najwa Maharani mengungkapkan rasa senangnya mengikuti pelatihan ini.

“Saya senang sekali bisa belajar membuat gelang dari manik-manik. Awalnya agak sulit, tapi setelah diajari jadi lebih mudah dan hasilnya bagus. Saya jadi ingin membuat lagi di rumah untuk teman-teman atau dijual,” ujar Najwa.

Kepala SD Negeri 01 Gumul mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai bahwa pelatihan ini mampu memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.

“Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap tahap kegiatan. Semoga ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat bagi mereka,” ungkapnya.

Kegiatan berjalan lancar dengan penuh semangat dan keceriaan. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman membuat kerajinan, tetapi juga belajar bagaimana sebuah produk bisa dipasarkan dengan kemasan yang menarik.

Harapannya, pelatihan ini menjadi bekal berharga untuk menumbuhkan generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berjiwa wirausaha. (*)

Editor: Suryono

Komentar