Inovasi Nugget Sayur, Solusi Pangan Sehat Cegah Stunting dari Mahasiswa Unisri

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) melaksanakan program kerja bertema inovasi nugget sayur untuk pencegahan stunting dan legalitas pangan olahan di Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Klaten.

Kegiatan ini berfokus pada upaya pencegahan stunting melalui pengolahan pangan bergizi yang mudah diterima oleh anak-anak, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya legalitas pangan olahan kepada masyarakat.

banner 300x250

Salah satu tim KKN Unisri, Miranda Barus mengungkapkan stunting masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya asupan gizi seimbang, terutama konsumsi sayur dan protein pada anak.

Untuk itu, tim KKN memperkenalkan inovasi nugget sayur sebagai pangan olahan sehat yang dikemas dengan menarik sehingga disukai anak-anak.

“Nugget ini dibuat dari bahan lokal yang mudah diperoleh, seperti wortel, bayam, brokoli, jagung, tahu, tempe, serta tambahan protein hewani dari ayam. Kombinasi bahan tersebut tidak hanya kaya serat, vitamin, dan mineral, tetapi juga mengandung protein yang berperan penting dalam pertumbuhan anak,” ungkapnya, Selasa, 26 Agustus 2025.

Portalika.com/Ist

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, tim KKN memberikan pelatihan langsung kepada ibu-ibu PKK tentang cara membuat nugget sayur yang praktis, bergizi, dan hemat biaya. Para peserta sangat antusias karena resep nugget sayur dapat menjadi alternatif makanan sehat untuk keluarga sekaligus peluang usaha rumahan.

Selain praktek pembuatan nugget sayur, tim KKN juga memberikan sosialisasi tentang legalitas pangan olahan, seperti izin PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga) dan label gizi sederhana.

Hal ini bertujuan agar masyarakat Desa Sukorini, khususnya ibu-ibu PKK, memiliki pengetahuan dasar jika ingin mengembangkan nugget sayur menjadi produk usaha yang layak jual.

“Dengan adanya pemahaman mengenai standar kebersihan, keamanan pangan, dan legalitas, diharapkan produk olahan desa bisa memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kesehatan konsumen,” tambahnya.

Program yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2025 ini berhasil memberikan manfaat nyata kepada ibu-ibu PKK sebagai sasaran utama. Mereka tidak hanya mendapatkan keterampilan baru dalam mengolah sayuran menjadi nugget bergizi, tetapi juga menyadari pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam mencegah stunting.

Harapannya, inovasi nugget sayur ini bisa terus diproduksi secara mandiri oleh masyarakat dan bahkan dikembangkan sebagai Produk Makanan Tambahan (PMT) Posyandu di Desa Sukorini.

Dengan demikian, langkah kecil ini bisa memberikan kontribusi besar bagi upaya pencegahan stunting sekaligus mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. (“)

Editor: Suryono

Komentar