Portalika.com [SURAKARTA] – Memperingati ulang tahun (Ultah) ke-6 Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina), DPD Perpina Jateng menggelar bancakan di Kantor DPD Perpina Jateng di Manahan, Banjarsari, Solo, Jateng. Meski peringatan digelar secara sederhana, namun peringatan berlangsung khidmad.
“Sebenarnya Ultah Perpina tepatnya pada 9 September. Tapi kami baru bisa berkumpul dengan teman-teman pada Sabtu sore ini,” ujar Ketua DPD Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Jateng, Retnaningdyah Rosalina Alba yang akrab disapa Rosi di sela-sela acara Sabtu, 13 September 2025 sore.
Menurut dia guna memperingati Ultah Perpina pihaknya menggelar beberapa acara yang digelar sejumlah daerah. Di antaranya seperti di Sukoharjo yang dijadwalkan digelar akhir September.
Kegiatan yang digelar di antaranya bakti sosial (Baksos), bazar pakaian pantas pakai dan sebagainya. hasil dari penjualan kegiatan ini akan disumbangkan ke buruh gendong di pasar.
Sedangkan Perpina Solo rencananya pada awal Oktober menggelar seminar yang menyasar UMKM. Selain itu, kata Rosi, pihaknya juga mengklaim aktif memberi penyuluhan kepada generasi muda seperti ke sekolah-sekolah.
“Target kami dalam satu tahun minimal ada 20 sekolah yang dikunjungi dan jadi sasaran untuk memberi motivasi agar para siswa siap menghadapi ujian nasional. Sasaran kami menguatkan mental sehingga jika mentalnya terjaga insya Allah akan dengan mudah mencapai kesusksesan,” papar dia.
Di samping itu masing-masing DPC seperti di Kudus ada kegiatan mengenai ketahanan pangan. Dalam hal ini pihaknya memberi penyuluhan bagi desa-desa terkait peternakan, pertanian dan sebagainya.

Hal lain yang dilakukan antara lain penyebaran bibit ikan guna budidaya ikan di empang-empang mereka, penyuluhan tanaman obat keluarga (Toga) dan sebagainya. Untuk itu pihaknya bekerja sama dengan PKK setempat.
Untuk kegiatan di Solo pihaknya bekerja sama dengan Pemkot Solo. Kebetulan wakil Walikota, Astrid widayani juga anggota Perpina untuk menggelar beberapa pelatihan.
Tak Terjebak Seremonial
Rosi berharap berbagai kegiatan itu bisa terlaksana dengan baik.
“Harapannya agar kami bisa membumi atau menyentuh masyarakat sehingga Perpina benar-benar bisa dirasakan. Kami berusaha Perpina tidak terjebak pada kegiatan seremonial, jangan hanya menyentuh kegiatan masyarakat menengah ke atas tapi menyasar yang lebih umum. Karena beberapa program kami seperti Makan Bergizi Gratis [MBG] adalah salah satu program membantu pemerintah dalam MBG,” tegas dia.
Dia juga mengklaim anggotanya sudah aktif di dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah masing-masing. Meski mereka tidak membawa nama Perpina secara umum tapi dinilai telah bergerak dan berpartisipasi aktif di daerah.
Dia menjelaskan saat ini total anggota Perpina sekitar 150 orang. Dalam hal ini Kudus paling banyak sekitar 30 orang dan untuk daerah lain sekitar 10-15 orang.
“Perlu diketahui anggota kami tidak diperoleh dari pendaftaran, tapi mereka harus ada referensi. Memang kami harus tahu betul track record mereka sehingga kami memang tidak mentargetkan banyak anggota. Anggota kami memang semuanya perempuan tapi kalau untuk simpatisan ada kaum laki-laki,” ungkap dia. (Iskandar)












Komentar