Bertani di Rumah, Dari Dapur Lahir Pupuk, Dari Tangan Ibu Tumbuh Kehidupan

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Sekelompok ibu-ibu duduk di kursi dengan bangku di teras rumah warga Lingkungan Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Senin, 13 Oktober 2025. Mereka memperhatikan materi bertani di rumah lahan sempit dengan narasumber Kahmi Solo, Rahadi Al Paluri.

Menurutnya dengan semangat hijau dan kepedulian pada ketahanan pangan keluarga, Pusat Studi Anak Bocah Pintar Karanganyar bersama Rumah Belajar ABA menginisiasi pelatihan Berkebun di Lahan Sempit dengan mengusung tema “Dari dapur lahir pupuk, dari tangan ibu tumbuh kehidupan.”

banner 300x250

“Jika semua warga mau bergerak memanfaatkan lahan rumah maka dijamin ketercukupan kebutuhan dapur, seperti lombok, terong dan sayuran lain,” ujarnya.

Selain tanaman, juga memelihara ayam petelur. Kegiatan ini menghadirkan suasana belajar yang hangat dan penuh semangat gotong royong. Pelatihan difasilitasi Rahadi Al Paluri, aktivis pergerakan sosial sekaligus pendiri Rumah Belajar ABA, yang telah lama berkecimpung dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan keluarga.

Dalam pelatihan ini, para peserta yang merupakan ibu-ibu dari keluarga di Lingkungan Kerdukepik dan tergabung dalam Kelompok Keluarga Sakinah, belajar memahami konsep urban farming, permakultur, dan circular agriculture sebagai cara praktis membangun kemandirian pangan dari rumah.

Menurutnya, selain teori, peserta juga langsung praktik membuat pot tanam dari botol galon bekas dan biopori mini, memanfaatkan sampah dapur menjadi pupuk alami yang menyuburkan tanaman. Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa keterbatasan lahan bukan halangan untuk menanam, memanen, dan menjaga bumi tetap lestari.

Rahadi Al Paluri menyampaikan, melalui kegiatan sederhana seperti ini, dirinya ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap rumah bisa menjadi sumber kehidupan. Dari dapur lahir pupuk, dari tangan ibu tumbuh kehidupan.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi keluarga-keluarga lain untuk memulai gerakan hijau dari rumah sendiri, mengolah sampah menjadi berkah, dan menanam harapan di setiap pot kecil kehidupan,” katanya. (Triantotus)

Komentar