Portalika.com, [Slogohimo] – Musim panen durian sejak Desember membawa berkah bagi pelaku usaha durian di Wonogiri. Salah satunya Kedai Dim Dim Durian di Dusun Soco, Desa Soco, Kecamatan Slogohimo, yang mampu meraih omzet antara Rp1 juta hingga Rp4 juta per hari, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Kedai milik Dimas Ade Kurniawan tersebut menjadi tujuan favorit pecinta durian karena hanya menjual durian matang pohon. Setiap hari, sekitar 200 buah durian siap jual disediakan untuk memenuhi permintaan pelanggan, baik dari Wonogiri maupun luar daerah seperti Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
“Setiap hari kami mampu menyediakan sekitar 200 buah durian siap jual,” ujar Dimas, Senin, 19 Januari 2026.
Selain pembeli langsung, kedai ini juga menjadi tempat kulakan sejumlah pedagang durian lokal (Bondalem, Sedayu, Gunan) hingga dari kawasan Ngebel, Ponorogo.
Mereka menilai kualitas durian asal Soco Slogohimo tidak kalah dibandingkan daerah penghasil durian lain yang lebih dulu terkenal.
Dalam menjalankan usahanya yang dirintis sejak 2008, Dimas baru menerapkan sistem “tebas” mulai tahun 2017, yakni membeli durian dari petani sebelum matang untuk memastikan buah dipanen secara alami ketika benar-benar masak di pohon. Cara ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan cita rasa.
Berbagai varietas ditawarkan, mulai dari durian lokal khas Desa Soco hingga jenis unggulan seperti Bawor, Musang King, dan Montong. Harga dibanderol Rp25 ribu hingga Rp100 ribu per buah, tergantung ukuran dan jenis.
Kedai juga menyediakan paket empat buah seharga Rp100.000 serta bonus satu buah untuk pembelian tertentu. Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, pihak kedai memberikan garansi penggantian apabila durian yang telah dibuka rasanya tidak sesuai.
“Kalau tidak enak, kami ganti. Kepuasan pembeli jadi prioritas,” tegas Dimas.
Ke depan, ia berharap Desa Soco dapat dikenal sebagai “Kampung Durian” di Wonogiri Timur. Dengan tanah yang subur serta musim panen yang tidak serempak, wilayah Slogohimo dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan durian sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa. (Tarmin)












Komentar