Perkuat Kolaborasi, ISI Solo dan Universitas Esa Unggul Fokus Kembangkan Art Therapy hingga Prodi Bisnis Musik

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Jateng kembali melanjutkan nota kesepahaman yang sudah terjalin dengan Universitas Esa Unggul (UEU) di Ruang Rapat II Rektorat Kampus Kentingan, Solo belum lama ini. Langkah itu diambil guna melanjutkan program pertukaran dosen dan pendampingan, dalam pembukaan program studi (Prodi) baru baik di UEU maupun di ISI Solo.

Siaran pers dari ISI belum lama ini menyebutkan, program lain seperti pertukaran mahasiswa, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat juga program-program baru yang lebih berdampak nyata di masyarakat. Harapannya kerja sama ini juga berkaitan dengan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 5 yang berfokus pada hilirisasi hasil karya dosen dan kolaborasi internasional Prodi. IKU 5 memastikan karya dosen digunakan masyarakat/rekognisi internasional.

banner 300x250

Hadir pada acara ini, Kepala Biro Kerja Sama, ⁠Dr Ayu Larasati, SSos, MIkom dan Dekan Fakultas Psikologi Esa Unggul, Dra Tika P Bisono, MPsi, Psi diterima oleh Kepala Biro Akademik Kerja sama dan Kemahasiswaan, Wiwik Setiyowati, SSi, MM; Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Drs H Muhammad Arif Jati Purnomo, MSn; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat, Dr Zulkarnain Mistortoify, MHum; Direktur Pascasarjana, Dr Dr Eko Supriyanto, SSn, MFA dan Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan dari Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Sementara itu Dekan Fakultas Psikologi Esa Unggul, Tika P Bisono mengatakan komunikasi dipahami sebagai seni; kesenian menjadi medium hubungan interpersonal dan ekspresi penderitaan. Masih banyak keluarga yang sering menolak seni sebagai profesi masa depan.

Karena itu institusi seperti ISI Solo berkewajiban mendorong pengakuan profesi seni. Art therapy juga perlu dikembangkan untuk keperluan psikoterapi dan difabel.

Terapi seni menyediakan ekspresi emosi dan pengendalian perilaku dengan alat sederhana seperti dengan kertas, pensil warna. Seni tidak bisa dilepaskan dari psikologi, direkomendasikan juga adanya pembentukan lab terapi.

Sedangkan Direktur Pascasarjana, Eko Supriyanto mengemukakan peran ISI Solo dalam pengembangan ilmu pengetahuan, seni, dan kontribusinya terhadap masyarakat yang tidak bisa dilepaskan dari peran ilmu psikologi. Melalui riset dan karya, ISI Solo ingin membuktikan bahwa epistemologi lokal sangat mendalam dan mampu menjawab persoalan modern, seperti isu ekologi dan lingkungan.

Dia menjelaskan hingga kini ISI Solo telah menghasilkan doktor-doktor yang fokus pada penggabungan seni dengan psikologi dan terapi. Di antaranya seperti Wasi Bantolo dengan kajian terapi penyembuhan melalui Tembang dan Beksan Jawa.

Pengobatan Skizobrenia
Riset Desain Komunikasi Visual yang ditujukan untuk membantu pengobatan penyakit skizofrenia. Juga tentang isu depresi, penekanan bahwa seni memiliki peran besar dalam menangani masalah kesehatan mental, baik bagi masyarakat umum maupun seniman itu sendiri.

ISI Solo berupaya mengubah paradigma dari seni yang hanya dinikmati di lingkungan internal, menjadi seni yang bermanfaat bagi publik dengan program nyata. Di antaranya seperti rencana program empat tahun di Maluku Utara yang melibatkan mahasiswa S1 (KKN), serta pendampingan riset dari jenjang S2 dan S3 untuk menghasilkan karya yang berdampak langsung bagi masyarakat setempat. Ini bisa menjadi contoh untuk berkolaborasi secara nyata, bukan sekadar kerja sama formal di atas kertas.

Sedangkan Zulkarnain Mistortoify menambahkan saat ini mereka sudah membuka Prodi baru yaitu Bisnis Musik. Saat ini sudah mulai menerima pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun 2026.

Bisnis musik di sini, papar dia, lebih mendahulukan penguasaan pengetahuan tentang bisnis musik itu sendiri, praktiknya akan magang ke berbagai tempat. Sudah ada riset berkaitan dengan psikologi yang dilakukan mahasiswa S1, S2.

Manajer Produksi Musik
Dalam kerja sama kurikulum, tentunya psikologi dapat menjadi alternatif mata kuliah. Bisa dalam kuliah umum, atau masuk dalam mata kulaih yang sudah ada dengan 2-3 pertemuan, agar ditemukan signifikansinya ke depan menjadi mata kuliah mandiri.

Prodi S1 Bisnis Musik ISI Solo dibentuk sebagai program studi yang mengembangkan pendidikan ilmu manajemen bisnis dan musik dengan konsentrasi pada pengembangan kegiatan ekonomi dan produk musik Nusantara. Pendirian Prodi S1 Bisnis Musik merupakan salah satu upaya untuk memperkuat pengembangan ekosistem kehidupan musik dengan kelahiran pelaku bisnis musik melalui jalur pendidikan.

Profil Sarjana S1 Bisnis Musik ini adalah sarjana yang menguasai keahlian sebagai pengkaji bisnis musik, manajer produksi musik, manajer artis musik, dan manajer acara musik. (Iskandar)

Komentar