Tidak Manusia, Kru Bus Turunkan Pemudik Asal Padang di Pinggir Jalan, Beruntung Direspon Polisi Pemalang

banner 468x60

Portalika.com [PEMALANG] – Perjalanan mudik Supriyono, 46, dari Padang, Sumatera Barat, menuju Blora, Jawa Tengah, tidak berjalan lancar seperti yang dibayangkannya.

Rabu mala, 18 Maret 2026 sekitar pukul 19.30 WIB, ia bersama istri dan tiga anaknya oleh bus yang di tumpangi diturunkan di simpang empat Gandulan Pemalang.

banner 300x250

Saat itu oleh kondektur, mereka diminta menunggu bus lain untuk melanjutkan perjalanan. Namun, waktu terus berjalan. Bus yang ditunggu tak kunjung datang.

Di tengah kebingungan dan rasa lelah setelah menempuh perjalanan selama tiga hari, Supriyono dan keluarganya hanya bisa menunggu di pinggir jalan.

Beruntung, ada polisi yang melihat kondisi tersebut. Mereka kemudian menghampiri dan mengajak Supriyono beserta keluarga untuk beristirahat di Pos Terpadu Gandulan.

“Saat itu kami sudah capek sekali. Lalu ada Bapak Polisi datang dan mengajak kami istirahat ke pos,” cerita Supriyono.

Di pos terpadu, suasana yang nyaman membuat mereka bisa sedikit melepas lelah. Anak-anaknya terlihat lebih tenang karena tersedia tempat bermain, sementara istrinya bisa beristirahat dengan nyaman.

“Istri dan anak-anak saya pada betah di sini. Ada tempat bermain anak, juga ada jajanan. Kami bisa istirahat dengan enak,” ujarnya.

Setelah beristirahat sekitar satu setengah jam, tepatnya pukul 21.00 WIB, bantuan kembali datang. Polisi tersebut mengantar ke terminal bus Pemalang agar perjalanan mereka bisa dilanjutkan.

“Setelah istirahat, kami diantar ke terminal pakai mobil polisi, kami sangat terbantu,” imbuhnya.

Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana mengatakan, kejadian seperti ini menjadi perhatian bagi petugas di lapangan agar tidak ada pemudik yang telantar.

“Polres Pemalang telah menyiapkan mobil Turbo, untuk mendukung anggota dalam merespons kondisi di lapangan. Jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, harus segera ditangani agar perjalanan mereka tidak terhambat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026 Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto menegaskan pos terpadu memang disiapkan sebagai tempat singgah sekaligus pusat bantuan bagi pemudik.

“Pos yang didirikan Polda Jateng adalah tempat mencari solusi. Petugas kami siap membantu pemudik yang mengalami kendala agar bisa melanjutkan perjalanan dengan aman,” jelasnya.

Bagi Supriyono dan keluarganya, bantuan tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, mereka merasakan langsung kepedulian dari Polisi.
Perjalanan yang sempat terhenti di jalan, akhirnya bisa kembali berlanjut dengan rasa tenang. (Prabowo/*)
Editor: Triantotus

Komentar