Uniba Mewisuda 220 Mahasiswa Angkatan Ke-58 Siap Berdaya Saing Global

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Universitas Islam Batik Surakarta (Uniba) kembali memperkuat eksistensinya sebagai institusi pendidikan tinggi melalui pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan ke-58 dan Magister Manajemen Angkatan ke-97.

Acara ini berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026, di Graha Sabha Buana, di mana sebanyak 220 lulusan resmi dikukuhkan, terdiri dari 185 sarjana dan 35 magister.

banner 300x250

Prosesi wisuda diawali masuknya anggota senat, diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta sesi mengheningkan cipta dan pembacaan ayat suci Alquran. Semua rangkaian acara ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang dipegang oleh Uniba dalam mendidik generasi muda.

Ketua Panitia Wisuda, Muhammad Fitri Budi Utomo, menyatakan momen wisuda kali ini menjadi simbol keberlanjutan dan eksistensi Uniba di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi yang terus berubah.

Dalam pidatonya, Fitri menekankan pentingnya wisuda ini sebagai puncak dari perjalanan akademik para mahasiswa.

“Ini menjadi momen penting karena menandakan bahwa Uniba tetap eksis dan konsisten dalam mencetak lulusan,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan hal-hal menarik dari prosesi wisuda tahun ini, antara lain termasuk lulusan yang merupakan pasangan suami-istri, yang menunjukkan betapa perjalanan akademik dapat dijalani beriringan.

Dimensi internasional juga tampak dalam wisuda kali ini, dengan adanya lulusan yang mengikuti program magang di Jepang. Program ini merupakan hasil kerja sama Fakultas Pertanian dengan lembaga pelatihan internasional, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman global.

Salah satu wisudawati yang terlibat dalam program magang internasional tersebut berbagi pengalamannya setelah menjalani praktik kerja selama delapan bulan di Jepang.

Ia menjelaskan pengalaman tersebut memberikan lebih dari sekadar keterampilan teknis; ia juga belajar banyak tentang kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Saya belajar banyak tentang budaya kerja di Jepang, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Siang hari magang, malamnya tetap menyelesaikan tugas akademik dan berkonsultasi dengan dosen,” ungkapnya.

Mahasiswi ini menjalani proses akademik secara paralel, termasuk penyusunan hingga sidang skripsi yang dilakukan secara daring dari Jepang.

Hal ini menunjukkan betapa fleksibel dan adaptifnya sistem pembelajaran di Uniba, yang siap mendukung mobilitas global para mahasiswanya. Keseluruhan proses dan pengalaman yang dialami oleh lulusan ini menjadi bukti nyata dedikasi Uniba dalam mempersiapkan lulusannya untuk menghadapi tantangan global dengan bekal kompetensi yang mumpuni.

Sebagai lembaga pendidikan yang terus berkomitmen pada kualitas dan kontribusinya di bidang pendidikan, Uniba tidak hanya fokus menghasilkan lulusan yang siap di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat internasional.

Dengan adanya program-program yang mendukung pengalaman internasional seperti ini, Uniba menunjukkan bahwa mereka siap bersaing dan berkontribusi dalam komunitas global.

Wisuda ke-58 ini bukan hanya sekadar acara ritualis, tetapi juga merupakan titik penting dalam mengukuhkan posisi Uniba di dunia pendidikan tinggi. Jalur yang diambil oleh para lulusan, terutama dalam menghadapi tantangan global, menjadi bukti akan komitmen Uniba untuk menghasilkan individu-individu yang tidak hanya cerdas akademik tetapi juga memiliki karakter dan keterampilan yang dibutuhkan di era globalisasi.

Dengan langkah maju ini, Uniba Surakarta siap menghadapi tantangan di masa depan dan terus berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas. (Naharudin)

 

Komentar