Wakil Bupati Trenggalek Terima Kirab Kerbau, Awali Prosesi Nyadran Dam Bagong 

banner 468x60

Portalika.com [TRENGGALEK, JAWA TIMUR] – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara menerima Kirab Kerbau Nyadran Dam Bagong.

Kirab ini dilaksanakan di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kamis, 7 Mei 2026. Kirab Kerbau sendiri menjadi awal upacara adat yang dilakukan secara turun temurun itu.

banner 300x250

Kegiatan ini sendiri merupakan bentuk perwujudan rasa syukur bagi warga masyarakat sekitar, khususnya para petani yang sawahnya dialiri Sungai Bagong.

Dalam prosesi kirab ini, selain menerima kesinggahan kerbau, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara juga menyerahkan kelengkapan penyembelihan kepada petugas yang ditunjuk.

BACA JUGA  Tinjau Cek Kesehatan Gratis di Mangkunegaran, Respati Minta Warga Periksa Sehat Jangan Tunggu Sakit

Kemudian setelahnya kerbau ini dibawa ke lokasi Nyadran untuk nantinya dilakukan penjamasan (penyucian) terlebih dahulu.

Wabup Syah usai melepas keberangkatan Kerbau menuju Komplek Makam Setono Bagong mengatakan, “Alhamdulillah upacara adat ini bisa dilaksanskan setiap tahun. Harapannya ini bisa melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Trenggalek dan juga harapannya bisa mengangkat roda perekonomian di wilayah sekitar.”

Sementara itu Lurah Ngantru, Bambang Wusprapto menerangkan terkait dengan prosesi Upacara Adat Dam Bagong tahun ini dan juga tahun-tahun sebelumnya merupakan rangkaian adat yang turun menurun.

BACA JUGA  Jawa Tengah Catatkan Jumlah Peserta Terbanyak Program Pencarian Bakat NPC Indonesia

“Kegiatan ini diawali Kirab Mahesa [Kerbau] yang dilaksanakan di Pendopo Agung Kabupaten. Lalu serah terima ubo rampe pragat Maheso [kelengkapan penyembelihan Kerbau[. Dilanjutkan kirab menuju Pendopo Makam Menaksopal,” jelasnya.

Menurut Lurah Ngantru usai serah terima ubarampe akan dilakukan jamasan kurang lebih habis Shalat Isya’. Kemudian ritual dan dilakukan penyembelihan.

BACA JUGA  Festival Grebeg Penjalin 2025: Desa Trangsan Perkuat Identitas Rotan dan Wisata Budaya Sukoharjo

Menurut Bambang, pada malam hari ada pertunjukan wayang kulit dilokasi makam. Sementara untuk besok paginya akan dilakukan prosesi Nyadran lainnya termasuk pelemparan kepala, kulit dan kaki Kerbau yang disembelih di lokasi Dam Bagong.

Untuk dagingnya sendiri kata Bambang akan dibagikan kepada warga sebagai bentuk syukur utamanya di lingkungan Dam Bagong. “Semoga tradisi ini selalu dilestarikan kedepan dan tanpa menghilangkan satu rangkaian yang harus dilaksankan,” tandasnya. (Rudi Sukamto)

Komentar