Portalika.com [SURAKARTA] – Sebagai upaya membentengi generasi muda dari ancaman kejahatan digital finansial, Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng melakukan langkah nyata.
Melalui Galeri Investasi Unisri, mereka berkolaborasi dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah (Jateng) 2 menggelar edukasi literasi keuangan.
Siaran pers dari Unisri menyebutkan kegiatan yang menyasar siswa SMA Muhammadiyah 1 Sragen, Jateng ini dilaksanakan pakan lalu. Fokus utama edukasi adalah meningkatkan kesadaran siswa terhadap risiko digital finansial yang kini marak mengincar kalangan remaja atau Gen Z.
Dalam sesi pemaparan, para siswa diberikan materi mendalam mengenai pengenalan ciri-ciri scam online, investasi ilegal atau investasi bodong, hingga bahaya judi online (judol). Tak hanya teori, siswa juga dibekali kiat praktis agar tidak terjebak dalam praktik yang merugikan tersebut.
Kepala Galeri Investasi Unisri, Rina Susanti, yang juga Dosen Prodi Akuntansi, menekankan bahwa siswa SMA merupakan digital native yang sangat dekat dengan teknologi. Namun, kedekatan ini juga menyimpan risiko tinggi menjadi target kejahatan siber.
“Edukasi ini penting dilakukan sejak dini untuk membangun literasi keuangan yang kuat. Harapannya siswa mampu mengenali modus penipuan, memahami risiko, dan tidak mudah tergiur tawaran investasi yang tidak masuk akal,” tegas dia.
Setelah memahami risiko penipuan, para siswa diajak mengenal instrumen investasi yang legal dan aman. Materi ini disampaikan langsung oleh Ari Seta Kurniawan, Deputi Kepala Wilayah PT BEI Kantor Perwakilan Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya, Jatim.
Ari menjelaskan langkah awal berinvestasi saham secara legal melalui perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia juga mengingatkan pentingnya memahami profil risiko sebelum mulai menanamkan modal.
Praktik Langsung dengan IDX Mobile
Untuk memberikan pengalaman nyata, kegiatan ini menyertakan sesi simulasi transaksi saham menggunakan aplikasi IDX Mobile. Melalui fitur simulasi, siswa SMA Muhammadiyah 1 Sragen dapat mencoba mekanisme jual beli saham tanpa harus menghadapi risiko kehilangan uang sungguhan.
Pihak sekolah mengapresiasi penuh inisiatif ini. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Sragen berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Unisri dan otoritas pasar modal dapat terus berlanjut. Hal ini dinilai krusial untuk memperkuat pemahaman keuangan siswa di tengah gempuran informasi digital.
Melalui Galeri Investasi, Unisri berkomitmen terus memperluas jangkauan literasi keuangan bagi pelajar dan masyarakat umum. Langkah ini merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam membentuk generasi yang cerdas secara finansial maupun digital. (Iskandar)












Komentar