Portalika.com [SURAKARTA] – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng resmi menggelar Unisri Job Expo 2026 di kampus setempat pada Rabu dan Kamis, 20 dan 21 Mei 2026.
Bursa kerja yang terbuka untuk masyarakat umum dan alumni perguruan tinggi mana pun ini menghadirkan 40 perusahaan terkemuka yang siap menyerap 1.000 lebih tenaga kerja baru.
Rektor Unisri, Prof Dr Drs Sutoyo, MPd, menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap masa depan para lulusannya. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berhenti pada proses wisuda, melainkan juga memfasilitasi akses dan peluang nyata untuk memasuki dunia kerja.
“Kami meluluskan mahasiswa itu juga mempunyai tanggung jawab untuk memberikan akses atau peluang bagi lulusan untuk mendapatkan pekerjaan. Maka dari itu, kami menggelar Unisri Job Expo ini agar mahasiswa, khususnya Unisri, dan alumni perguruan tinggi mana pun bisa memanfaatkan kesempatan emas ini,” ujar dia saat konferensi pers di kampus setempat.
Untuk memastikan perlindungan tenaga kerja dan kualitas kerja yang layak, rektorat menerapkan kebijakan serta seleksi yang ketat bagi korporasi yang terlibat. Ada empat poin utama yang menjadi komitmen Unisri dalam bursa kerja tahun ini:
1. Perusahaan Peserta Wajib Terstandar Resmi
Prof Sutoyo menekankan bahwa Unisri hanya mengundang mitra industri yang kredibel dan memiliki rekam jejak yang jelas. Hal ini dilakukan demi melindungi para pelamar kerja dari praktik rekrutmen yang tidak sehat.
“Perusahaan yang ikut menjadi peserta Job Expo penyedia jasa kerja ini harus perusahaan yang terstandar. Artinya, jangan sampai nanti setelah rekrutmen, para pekerjanya tidak jelas standar gaji serta fasilitas kesehatan yang diperoleh,” tegasnya.
2. Terbuka untuk Umum (Tanpa Diskriminasi)
Meskipun diinisiasi oleh Unisri, event ini sengaja dirancang berskala luas untuk membantu menekan angka pengangguran regional. Tidak ada perbedaan perlakuan antara alumni internal maupun pelamar dari masyarakat umum.
3. Komitmen Sosial di Tengah Ketatnya Persaingan Kerja
Pihak kampus menyadari bahwa mencari pekerjaan di masa sekarang penuh dengan tantangan. Sebagai ilustrasi, Sutoyo membeberkan bahwa Unisri sempat membuka lowongan staf administrasi selama tiga hari dan langsung diserbu oleh 965 pendaftar. Fenomena ini menunjukkan tingginya angka pencari kerja yang membutuhkan wadah penyaluran.
4. Kombinasi Program Job Expo dan Campus Hiring
Selain menggelar bursa kerja umum, Unisri rutin mengadakan campus hiring yang bekerja sama secara eksklusif dengan perusahaan tertentu untuk menyelenggarakan seleksi langsung di dalam kampus khusus bagi alumni Unisri.
Lowongan Kerja dari SMA hingga Sarjana
Pada tahun ini, UPT Unisri Career Center (UCC) melakukan penyegaran konsep dengan mengubah nama Unisri Job Fair menjadi Unisri Job Expo.
Kepala UPT UCC, Sarafuddin, SPd, MPd, menjelaskan perubahan nama ini dilakukan agar selaras dengan tren era kekinian, meski esensi utamanya tetap sama.
“Sebenarnya isinya relatif sama. Kami mengundang perusahaan-perusahaan mitra yang saat ini kebetulan sedang membuka lowongan pekerjaan. Total ada 40 perusahaan yang berpartisipasi dan lebih dari 1.000 lowongan kerja tersedia,” kata dia sambil menambahkan target pengunjung Unisri Job Expo 2026 sekitar 2.000 pengunjung.
Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker), lowongan yang tersedia di Unisri Job Expo 2026 mencakup berbagai kualifikasi pendidikan, mulai dari lulusan SMA/SMK sederajat hingga lulusan perguruan tinggi (Diploma dan Sarjana).
Menurut dia rincian sektor industri dari 40 perusahaan peserta masing-masing: Manufaktur, Perbankan & Keuangan, Teknologi Informasi (TI), Pendidikan, Ritel, Kesehatan, Konsultan dan Sektor Umum.
Masa Tunggu Kerja Alumni Unisri Kian Singkat
Komitmen Unisri dalam menjembatani dunia akademik dan industri terbukti membuahkan hasil yang impresif. Berdasarkan data terbaru dari UCC, sebanyak 83 persen alumni Unisri berhasil terserap ke dunia kerja pada tahun ini.
Selain angka serapan yang tinggi, masa tunggu alumni untuk mendapatkan pekerjaan pertama juga mengalami pemangkasan yang signifikan. Sebelumnya masa tunggu rata-rata enam bulan, sekarang masa tunggu rata-rata menjadi tiga bulan saja.
Keberhasilan ini tidak lepas dari jaringan kemitraan erat yang dibangun oleh UCC dengan lebih dari 300 perusahaan lokal maupun nasional. Ratusan mitra ini siap menyerap tenaga kerja terdidik dari kampus Solo tersebut secara berkala sesuai kebutuhan pasar industri modern. (Iskandar)












Komentar