Portalika.com [WONOGIRI] – Anggota Dewan Pakar DPP LDII, Ust KH Drs Mohammad Thoyibun SH, MM menegaskan mendidik dan mengarahkan generasi penerus (generus) menjadi generasi emas tidak bisa dilakukan secara instan, tapi harus dirintis sejak usia dini dengan pola pendidikan yang terarah dan humanis.
Menurutnya peran orang tua atau keluarga menjadi sangat penting karena generus kita menghadapi tantangan zaman yakni era modernisasi berbasis IT.
“Banyak generasi muda kita yang awalnya baik tapi kemudian bermasalah karena pengaruh android [handphone[,” ungkap Ust KH Drs Mohammad Thoyibun SH MM saat mengisi pengajian remaja di Masjid Baitussubur Bulusulur Wonogiri, Minggu, 24 Mei 2026.
Ustadz asal Solo ini menyebutkan ada tiga fase pendidikan yang kini ideal diajarkan kepada anak didik. “Yakni pendidikan agama, formal [keduniaan] serta pendidikan karakter sebanyak 29,” kata Thoyibun.
Ditandaskan, ketiga pendidikan itu dimulai sejak anak usia dini (PAUD) – pra remaja – remaja hingga dewasa atau usia mandiri bisa terealisasi ketika mereka sekolah sembari mondok di ponpes (boarding school).
Di depan sekitar 900 remaja dari tingkat SMP hingga mahasiswa, Thoyibun menyebut, peran keluarga khususnya Sang Ibu menjadi sosok paling pas untuk menjadi ‘guru’ bagi anak-anaknya. “Peran dan doa ibu itu luar biasa,” tutur mantan Kepala SMA 1 Surakarta.
Dia kemudian menceritakan kisah nyata ada seorang anak (mahasiswa) akan ujian tapi mendadak ditelepon ibunya yang minta diantar ke dokter. Anak tersebut yang tidak ujian karena lebih penting membantu ibunya ke dokter malah mendapat nilai B. “Ee, teman sebangku dia yang ikut ujian di kampus hanya dapatyan[nilai],” seloroh Ustadz yang juga pengasuh Ponpes Budi Utomo Boarding School.
Dewan Pakar DPP LDII ini mengakui tren anak muda sekarang tidak mau kerja ‘rekoso’ (berat-berat) sedikit. Pihaknya pernah menjalin kemitraan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) yang siap mendidik ketrampilan anak remaja bahkan akan menyalurkan magang bekerja di luar negeri.
“Tapi animo ke BLK tidak ada, pinginnya anak muda itu kerjanya enteng duitnya banyak,” kata dia sembari minta generasi memanfaatkan HP bukan untuk hal-hal negatif tapi ambil sisi positifnya semisal untuk bisnis online.
Di akhir materi pengajian dengan mengusung tema ‘Pembinaan Generasi Penerus di Masa Kini’ Thoyibun mengajak anak muda cinta lingkungan hidup dan menjaga kebersihan sekitar dengan cara mengumpulkan barang bekas khususnya botol air mineral bekas.
“Jika sudah terkumpul banyak, saya siap membeli dengan harga di atas pasaran umum,” ujarnya. (Santosa/*)
Editor: Triantotus












Komentar