Portalika.com [JAKARTA] – Adeging Mangkunegaran 2026 tak lagi sekadar agenda budaya tahunan. Acara yang memadukan budaya, olahraga, dan festival kuliner ini turut mendorong perputaran ekonomi di Kota Solo dengan efek pengganda atau multiplier effect mencapai Rp87,9 miliar, naik 119,8 persen dibandingkan 2025.
“Dampak ekonomi total dari acara Adeging Mangkunegaran meningkat dibandingkan tahun 2025,” demikian dikutip dari Laporan Penelitian Katadata Insight Center (KIC) bertajuk ‘Dampak Penyelenggaraan Adeging Mangkunegaran 2026’.
Dengan menggunakan pendekatan model Keynesian, KIC menghitung secara keseluruhan bahwa dampak ekonomi langsung Adeging Mangkunegaran 2026 mencapai Rp33,4 miliar. Nilai ini berasal dari belanja peserta, pengunjung, serta operasional penyelenggaraan acara.
Setelah memperhitungkan efek ekonomi lanjutan, yang tersebar di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, logistik, hingga jasa penunjang lainnya di Solo ini, nilainya berkembang menjadi Rp87,9 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa belanja selama penyelenggaraan acara turut memicu aktivitas ekonomi lanjutan pada berbagai sektor pendukung.
Kontribusi terbesar datang dari Mangkunegaran Run 2026. Ajang ini melibatkan 7.750 pelari dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp1,9 juta per orang. Dari aktivitas tersebut, tercipta dampak ekonomi langsung sebesar Rp14,7 miliar.
“[Hal ini] menunjukkan besarnya kontribusi langsung dari peserta acara terhadap perekonomian lokal,” dikutip dari Laporan tersebut.
Setelah dihitung melalui multiplier effect, nilainya meningkat menjadi Rp38,7 miliar. Belanja pelari tersebar pada sektor penginapan, makanan dan minuman, transportasi lokal, wisata, hingga kebutuhan penunjang lainnya. Hal ini menunjukkan ajang olahraga juga ikut menggerakkan konsumsi lintas sektor di Solo.
Sementara itu, Festival MakaNMakan 2026 turut memperbesar sirkulasi ekonomi lokal. Dengan 45.855 pengunjung dan rata-rata pengeluaran Rp145 ribu per orang, festival ini menghasilkan dampak ekonomi langsung sekitar Rp6,6 miliar.
Setelah memperhitungkan multiplier effect, nilainya meningkat menjadi Rp17,5 miliar. Pengeluaran pengunjung terutama berasal dari konsumsi makanan, minuman, dan transportasi selama festival berlangsung.
Beragam capaian ini memperlihatkan bahwa Adeging Mangkunegaran telah berkembang dari agenda budaya menjadi penggerak ekonomi lokal. Perpaduan sport tourism, festival kuliner, dan wisata budaya menunjukkan bagaimana event terintegrasi mampu memperkuat perputaran ekonomi di Kota Solo.
Laporan KIC menunjukkan bahwa Adeging Mangkunegaran 2026 telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda budaya tahunan. Perpaduan sport tourism, festival kuliner, dan wisata budaya terbukti mampu menciptakan efek pengganda ekonomi yang luas bagi Kota Solo dan sektor pendukungnya.
Temuan lengkap mengenai dampak ekonomi, perhitungan multiplier effect, hingga kontribusi tiap rangkaian acara dapat dibaca lebih lanjut melalui tautan berikut. (Ariyanto)












Komentar