Portalika.com [Surakarta] – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup sehat, salah satunya melalui olahraga lari. Menurutnya, olahraga lari memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh jangka panjang dan mencegah potensi adanya penyakit kronis seperti jantung, hipertensi dan diabetes mellitus.
“Saya bukan pelari, tetapi saya berusaha hidup sehat. Kalau kita rajin berlari, jantung kita berdetak lebih cepat. Pembuluh darah jadi lebih lentur, sehingga bisa mencegah hipertensi. Insulin di otot akan dilepaskan, gula darah jadi turun, risiko diabetes pun bisa kita hindari. Rajin olahraga bisa memperpanjang usia, hasilnya nanti kita bisa nikmati 5 sampai 10 tahun ke depan,” ujar Pujo yang ditemui usai mengikuti kegiatan bersama komunitas runners dan civitas rumah sakit di Stadion Manahan, Jumat, 29 Mei 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba; Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto dan jajaran civitas kesehatan Holding RS Muhammadiyah Delanggu.
Dia menjelaskan, gaya hidup sehat perlu dimulai dari langkah sederhana dan dilakukan secara konsisten. Selain berolahraga, masyarakat juga diimbau untuk menjaga pola makan sehat, mengelola stres, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Kesadaran untuk hidup sehat harus digalakkan dan sudah menjadi tanggung jawab bersama. Perhatikan juga asupan makanan, kurangi gula, garam, dan minyak demi investasi kesehatan kita sendiri di masa depan. Dengan tubuh yang sehat, maka kualitas hidup akan semakin meningkat,” ujarnya.
Pujo menyampaikan, BPJS Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus berupaya menggalakkan program promotif preventif di seluruh kalangan masyarakat.
Hal ini penting mengingat biaya pelayanan kesehatan yang semakin melonjak sehingga perlu upaya pencegahan agar manfaat Program JKN dapat dirasakan oleh masyarakat secara berkelanjutan.
“Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan sehingga mereka tidak fokus kepada pengobatan dan penyembuhan sakit saja, tetapi mulai bergeser ke arah upaya pencegahan melalui berbagai kegiatan promotif preventif,” jelasnya.
Sebagai informasi, penyakit jantung merupakan penyakit yang menelan beaya terbesar dari deretan penyakit berbiaya mahal yang dijamin BPJS Kesehatan. Pada tahun 2025, tercatat BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya Rp17,3 triliun untuk membeayai 29,7 juta kasus penyakit jantung.
Selain jantung, BPJS Kesehatan juga menghabiskan beaya besar untuk penyakit lain, seperti Rp13,3 triliun untuk membeayai 12,6 juta kasus gagal ginjal, Rp10,3 triliun untuk menjamin 7,1 juta kasus kanker, dan Rp7,2 triliun untuk menjamin 9,5 juta kasus stroke. Padahal, penyakit-penyakit kronis tersebut dapat dicegah sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat.
Pujo menambahkan, penyakit kronis bukan lagi persoalan usia lanjut, tetapi juga menjadi tantangan generasi produktif. Masyarakat usia di bawah 45 tahun, kini mulai banyak yang harus berjuang melawan penyakit kronis seperti hipertensi, jantung dan diabetes mellitus.
Untuk itu, BPJS Kesehatan mengembangkan Program Prolanis Muda yang diharapkan mampu mendorong generasi muda lebih memperhatikan gaya hidup sehat.
Prolanis Muda merupakan pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif untuk mencapai kualitas hidup yang optimal, dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan peserta penderita penyakit kronis, khususnya yang berusia kurang dari 45 tahun.
“Saat ini kami telah mengembangkan strategi Implementasi Prolanis Muda menggunakan intervensi berbasis digital yakni melalui Aplikasi Mobile JKN. Harapannya para peserta JKN dengan kategori Prolanis Muda ini dapat meningkatkan kepedulian untuk memantau kondisi kesehatannya, lebih patuh dalam meminum obat, serta dapat mengatur aktivitas fisiknya dengan lebih seimbang melalui Aplikasi Mobile JKN pada fitur Bugar,” ujar Pujo.
Dia berharap, kesadaran masyarakat untuk hidup sehat terus meningkat. Konsep gotong royong dalam penyelenggaraan Program JKN menjadi semangat bersama agar program ini terus berkelanjutan dan menambah manfaat kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
“Dengan rajin berolah raga dan menjaga pola hidup sehat, maka kita sudah bergotong royong mendukung keberlanjutan Program JKN. Program ini milik kita bersama dan wajib kita jaga bersama,” ujarnya.
Pada hari yang sama, Pujo juga melakukan audiensi bersama jajaran manajemen RS Aisyiyah Jawa Tengah dan DIY serta Holding RS Muhammadiyah Delanggu. Tak lupa, Pujo juga meninjau dan memastikan layanan JKN berjalan dengan baik.
Ia mengimbau jika ada peserta JKN yang mengalami kesulitan di rumah sakit, agar menghubungi petugas BPJS Kesehatan Siap Membantu (BPJS SATU) yang ada di rumah sakit tersebut. Nama, foto dan nomor kontak petugas BPJS SATU! terpampang pada ruang publik di rumah sakit tersebut.
Masyarakat juga dapat menyampaikan aduan melalui chat Whatsapp PANDAWA di nomor 0811 8 165 165, Aplikasi Mobile JKN, Care Center 165, atau dengan menghubungi petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) yang secara khusus disediakan rumah sakit. (Ariyanto)












Komentar