Lestarikan Budaya, Puluhan Seniman Tempa Keris Dari Bahan Meteorit

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Upaya melestarikan budaya warisan leluhur terus dilakukan oleh para seniman di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Puluhan seniman bersama budayawan menggelar prosesi pembuatan keris berbahan meteorit sebagai simbol pelestarian budaya adiluhung nusantara di Pendopo Petilasan Benteng Karaton Kartasura, Rabu, 1 Juli 2026.

Puluhan seniman secara bersama-sama menempa sebilah keris yang diberi nama Keris Kyai Kartasura dengan dapur tilam upih Brojobuwono. Keris ini dibuat menggunakan bahan utama meteorit dan campuran logam yang dipercaya memiliki nilai filosofi dan spiritual tinggi dalam tradisi pembuatan keris di tanah Jawa.

banner 300x250

Keris tersebut memiliki pamor dwi warna dan beras wutah udan emas, yang melambangkan harapan akan kemakmuran, keberkahan, serta persatuan di tengah masyarakat.

 

Sementara itu BRMH Kusumo Putra, selaku Ketua Forum Budaya Mataram menjelaskan bahwa prosesi pembuatan keris berlangsung khidmat dan disaksikan oleh sejumlah tokoh budayawan Kartasura.

Mereka mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur keris kepada generasi muda.

“Yang tentunya FBM memberikan apresiasi langkah seniman Kartasura Sukoharjo untuk melestarikan budaya tradisi melestarikan keris sehingga Adi luhung keris bisa ditularkan dari generasi ke generasi,” ungkapnya.

Yang nantinya keris tersebut akan dijadikan master peace peninggalan era sekarang. Nantinya yang disebut sebagai simbol dalam HUT Kartasura dan di kirab.

Hal yang sama diungkapkan pemerkasa pembuatan keris Muhammad Budiman. Dia menjelaskan melalui kegiatan ini, para seniman berharap tradisi pembuatan keris tetap lestari dan terus menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dimana keris ini memiliki filosofi keris tersebut ada ada unsur batu meteor itu berasal dari langit jadi langit dan bumi kita satukan pada sebuah keris tersebut.

“Dan nanti kita berdoa supaya Kartosuro itu melimpah seperti hujan emas. Hal tersebut juga dilakukan pada saat Karaton Surakarta mendapatkan pusaka Kyai Slamet dimana pusaka tersebut di kirab mulai dari Ponorogo menuju Karaton Surakarta berupa tombak dan kerbau bule,” katanya. (Naharudin)

Komentar