Portalika.com [SURAKARTA] – Komik strip karya Nurul Haqi Septyaningrum, mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta meraih Juara II Lomba Komik Strip Peksimida Jawa Tengah 2026. Komik strip yang berjudul “Mencari dan Menemukan Sesuatu Yang Tidak Biasa Dalam Batik” karya mahasiswa DKV ISI Surakarta angkatan 2023 meraih juara dari 24 peserta delegasi dari 24 perguruan tinggi swasta dan negeri se-Jawa Tengah.
Pelaksanaan lomba Komik Strip di kampus VI Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada 4 – 5 Juli 2026. Lomba Komik Strip dengan tema Ceritaku Makna Untukmu, dimana kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk menampilkan kreativitas melalui karya komik strip.
Penilaian lomba mengacu pada pedoman Peksiminas dengan beberapa aspek, yaitu kesesuaian karya dengan tema sebesar 15 persen, kemampuan komunikasi visual 25 persen, penguasaan teknik visualisasi 30 persen, serta keunikan dan orisinalitas karya sebesar 30 persen.
Adapun untuk penjurian dinilai oleh para juri tingkat nasional. Juri yang terlibat yakni, Bambang Tri Rahadian atau biasa disapa Beng Rahadian komikus nasional, Zulkarnaen Hasan Basri selaku praktisi komik tingkat internasional, dan Wawan Priyanto ilustrator dan kreator komik.
Nurul Haqi Septyaningrum menjelaskan komiknya menceritakan seorang perempuan yang dengan sengaja memanggil orang sakti untuk berbuat curang untuk lomba batik.
Namun orang sakti tersebut menolak dan memberikan nasehat tegas untuk perempuan itu. Dibalik nasehat tegas dari orang sakti itu, perempuan tersebut menemukan hal tidak biasa yang akan menjadi landasan kuat untuk memahami diri sendiri hingga menghadapi langkah yang baru.
Lewat bimbingan dosen pendamping Indriati Suci Pravitasari dan Rendya Adi Kurniawan melalui teknik pengerjaan komik digital semi full color di Medibang Paint dengan format webtoon ukuran 800 pixel x 20.000 pixel.
Juara pertama diraih Davin Arya Nirwanda dari Universitas Sebelas Maret (UNS), disusul Nurul Haqi Septyaningsih dari ISI Surakarta sebagai juara kedua, dan Deva Destianto dari UPGRIS sebagai juara ketiga. Sementara itu, gelar Harapan I diraih Tabaza Zahwa Khozein dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Harapan II diraih Mawa Ziorahman Kuntoro dari Universitas Diponegoro (Undip), dan Harapan III diraih Taoya Milati Nabila dari Universitas Tidar (Untidar).
Nurul Haqi Septyaningsih mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian yang sangat membanggakan dan luar biasa. “Sudah lama tidak merasakan euforia seperti ini. Pertama kali saya maba, saya mencoba seleksi internal Peksimida di kampus namun saya tidak lolos. Tetapi hal tersebut tidak menghalangi saya untuk mencoba lagi di seleksi Peksimida berikutnya,” katanya.
Sebelum lomba Peksimida kembali diadakan, ujarnya, dirinya mencoba mengikuti lomba. Banyak sekali cobaan dan rintangan berat yang harus dihadapi seperti banyak karya yang tidak lolos, riset yang kurang dalam dan struggle lainnya.
Dibalik hal tersebut, banyak motivasi dan dukungan yang selalu hadir dari teman, orang tua dan pihak lainnya sehingga saya bisa perlahan bangkit lagi.
“Dari pengalaman tersebut pula, saya mengangkatnya menjadi landasan cerita saya untuk Peksimida kali ini. Harapan kedepannya melalui beragam kegiatan, ISI Surakarta bisa menjadi kampus yang mencetak banyak prestasi yang membanggakan serta menonjolkan karakter berbudayanya yang ikonik,” ungkapnya. (Nendar/*)
Editor: Suryono












Komentar