Portalika.com [SRAGEN] — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta kelompok 20 menggelar edukasi ketahanan pangan melalui praktik menanam sayuran menggunakan media polybag bagi siswa SD Negeri 2 Japoh, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat, 24 Juli 2026.
Kegiatan yang merupakan program kerja individu KKN-PPM tersebut mengusung tema Edukasi Ketahanan Pangan melalui Praktik Menanam Sayuran dalam Polybag bagi Siswa SD Kelas I-VI di SD Negeri 2 Japoh.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya mengenalkan pentingnya ketahanan pangan kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam bercocok tanam.
Program kerja individu tersebut dilaksanakan oleh Sherlly Julia Putri Nur Fitri, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Kegiatan dilaksanakan dengan dukungan pihak SD Negeri 2 Japoh, para guru, serta mahasiswa KKN-PPM Kelompok 20 Desa Japoh.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai ketahanan pangan kepada 37 siswa yang terdiri dari siswa kelas I hingga kelas VI SD Negeri 2 Japoh. Materi diberikan dengan bahasa yang sederhana agar dapat dipahami oleh siswa dari berbagai jenjang kelas.
Para siswa dikenalkan dengan pengertian ketahanan pangan, pentingnya mengonsumsi sayuran, manfaat bercocok tanam, serta pemanfaatan lahan terbatas untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi cara menanam sayuran menggunakan media polybag. Siswa kemudian mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung tahapan menanam, mulai dari mengisi polybag dengan media tanam, menanam benih sayuran, hingga melakukan penyiraman.
Praktik tersebut didampingi oleh mahasiswa KKN dan guru sehingga siswa dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik.
Pemilihan media polybag dalam kegiatan tersebut didasarkan pada kondisi lingkungan Desa Japoh yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan dengan karakteristik tanah yang cenderung kering.
Melalui penggunaan polybag, siswa diperkenalkan pada alternatif sederhana untuk tetap dapat bercocok tanam meskipun memiliki keterbatasan lahan maupun kondisi tanah yang kurang sesuai.
Antusiasme siswa terlihat selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain memperoleh pengetahuan mengenai ketahanan pangan, siswa juga mendapatkan keterampilan dasar dalam menanam dan merawat tanaman.
Kegiatan praktik tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan serta mendorong mereka untuk memanfaatkan lahan yang tersedia di rumah maupun di sekolah secara produktif.
Pelaksanaan kegiatan juga menghadapi beberapa kendala, salah satunya adalah perbedaan tingkat pemahaman siswa karena peserta berasal dari kelas I hingga kelas VI.
Siswa kelas rendah membutuhkan penjelasan yang lebih sederhana dan pendampingan lebih intensif. Keterbatasan waktu juga membuat penyampaian materi dan praktik harus disesuaikan dengan kondisi kegiatan.
Kendala tersebut dapat diatasi melalui penggunaan bahasa yang sederhana, pemberian contoh secara langsung, serta pendampingan dari mahasiswa KKN dan guru.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berharap kegiatan edukasi ketahanan pangan tidak berhenti pada saat pelaksanaan, tetapi dapat dilanjutkan oleh pihak sekolah.
Tanaman yang telah ditanam diharapkan dapat dirawat dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berkelanjutan. Siswa juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dengan mulai memanfaatkan lahan sederhana di lingkungan rumah maupun sekolah. (*)
Editor: Suryono












Komentar