Mahasiswa KKN Undip Latih Kreativitas Siswa SDN 3 Wuryorejo Melalui Seni Lipat Kertas Origami

Pendampingan Diri dan Dorongan Kepercayaan Diri Siswa

banner 468x60

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim II Kelurahan Wuryorejo menggelar kegiatan edukasi seni lipat kertas atau origami bagi siswa SDN 3 Wuryorejo, Lingkungan Pencil, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Program edukatif yang menyasar siswa kelas 1 hingga kelas 3 sekolah dasar ini berlangsung dalam suasana interaktif, menyenangkan, dan dipenuhi antusiasme tinggi dari para peserta.

banner 300x250
Mahasiswa KKN Undip Tim II Kelurahan Wuryorejo memberikan edukasi seni lipat kertas origami kepada siswa SDN 3 Wuryorejo Wonogiri, Kamis (23/7/2026). (Foto: Marlinda)

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan Jepang sekaligus melatih keterampilan motorik halus, kesabaran, konsentrasi, serta daya imajinasi anak sejak usia dini melalui media melipat kertas secara sederhana.

Dalam pemaparannya, tim KKN Undip menjelaskan sejarah singkat origami yang berasal dari kata ori (lipat) dan kami (kertas). Di negeri asalnya, tradisi ini telah berakar sejak lama dan berawal dari ritual keagamaan Shinto serta penataan pembungkus hadiah.

Seiring berjalannya waktu, origami berkembang menjadi kesenian rakyat yang diwariskan lintas generasi dan efektif menjadi media pembelajaran fisik motorik bagi anak-anak.

Dalam sesi praktik, para murid diajak secara bertahap untuk membuat bentuk origami ikan. Meski beberapa siswa sempat mengalami kesulitan pada teknik pelipatan tertentu, semangat anak-anak tidak surut untuk terus mencoba hingga berhasil menyelesaikan karya masing-masing.

Anggota Tim KKN Undip, Marlinda Eka Pratiwi, berperan langsung sebagai pendamping lapangan yang memandu para siswa memahami langkah demi langkah pembuatan origami.

Marlinda memberikan arahan teknis serta mendampingi siswa yang membutuhkan bantuan tanpa menghilangkan kesempatan bagi mereka untuk bereksperimen secara mandiri.

“Pendampingan dilakukan agar siswa memahami langkah pelipatan dengan benar, sekaligus mendorong mereka mencoba secara mandiri demi memupuk rasa percaya diri serta daya kreasi anak,” jelas Marlinda.

Selain melakukan pendampingan, Marlinda juga bertugas mendokumentasikan seluruh proses kegiatan, mulai dari sesi pemaparan materi, proses interaksi melipat kertas, hingga ekspresi bangga para siswa saat memamerkan karya origami ikan buatan mereka.

Melalui program edukasi ini, tim KKN Undip berharap pengalaman melipat kertas origami dapat menjadi sarana pembelajaran positif yang konsisten memicu kreativitas dan konsentrasi anak-anak di luar jam pelajaran formal.

Penulis: Marlinda Eka Pratiwi

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar