Kelompok KKN 227 UNS Gelar Workshop Pemanfaatan Limbah Dari Batok Kelapa Dan Kain Batik BS Bagi Masyarakat Kenep

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 227 dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta menyelenggarakan Program Kerja (Proker) Workshop pemanfaatan limbah dari batok kelapa dan kain batik BS sebagai produk kerajinan berbasis sustainable kepada Perkumpulan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo.

Proker tersebut dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Kenep, Sukoharjo, Rabu, 31 Juli 2024. Tujuan workshop pengelolaan limbah kain batik dan batok kelapa yang diadakan di Desa Kenep, Sukoharjo ini diharapkan dapat mencakup lima.

banner 300x250

Pertama, peningkatan pengetahuan. Melalui workshop ini masyarakat diberikan pemahaman mendalam tentang karakteristik limbah kain batik dan batok kelapa serta dampaknya terhadap lingkungan.

Baca juga: 14 Anggota Tim KKN UNS Diterima Bupati Bima

Kedua, teknik daur ulang dan pemanfaatannya, peserta yang merupakan masyarakat Desa Kenep diajarkan teknik daur ulang dan pemanfaatan limbah tersebut untuk menghasilkan produk baru atau bahan yang berguna, seperti kerajinan tangan atau bahan bangunan.

Ketiga, inovasi dan kreativitas karena dengan adanya workshop dapat mendorong kreativitas peserta dalam menemukan cara-cara inovatif untuk mengolah dan memanfaatkan limbah, misalnya membuat produk-produk bernilai tambah dari batik dan batok kelapa.

Portalika.com/Ist

Keempat, pengembangan keterampilan, karena Proker tersebut juga meningkatkan keterampilan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Kenep sebagai peserta dalam pengelolaan limbah secara praktis, termasuk teknik pemilahan, pengolahan, dan pembuatan produk dari limbah.

Kelima, pemberdayaan ekonomi. Selain itu, kesempatan ini dapat membantu peserta dalam menciptakan peluang ekonomi baru melalui pengelolaan limbah yang efektif, seperti usaha kecil berbasis kerajinan atau produk daur ulang.

Workshop ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah kain batik dan batok kelapa, mengurangi dampak lingkungan, dan memanfaatkan potensi limbah sebagai sumber daya yang bernilai.

Ketua kelompok KKN 227, Dimas mengatakan tujuan workshop ini adalah memberikan keterampilan baru kepada ibu-ibu dalam memanfaatkan limbah batok kelapa dan kain batik menjadi barang kerajinan yang bernilai ekonomi, sebagai tambahan pendapatan keluarga dan meningkatkan kreativitas serta produktivitas.

Portalika.com/Ist

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari langkah-langkah lebih besar dalam pemberdayaan masyarakat Kelurahan Kenep. Mari aktif berpartisipasi, berbagi pengetahuan, dan terus berinovasi dalam menciptakan produk kerajinan,” ujarnya.

Kegiatan yang diselenggarakan bersama Kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Kenep dibuka Ketua TP PKK Kelurahan Kenep, Sri Budiyanti dan dilanjutkan pengisian materi oleh Dyah Yuni Kurniawati, SSn, MSn, selaku narasumber kegiatan Workshop Pengelolaan Limbah Batok Kelapa dan Kain Batik Kelompok KKN 227 UNS sekaligus Dosen Pendamping Lapangan.

“Kegiatan ini bisa mengembangkan kemampuan para ibu-ibu peserta workshop dan menciptakan peluang yang berkelanjutan melihat kemampuan para peserta selama kegiatan sangat baik,” ucap Dyah Yuni Kurniawati.

Portalika.com/Ist

Workshop yang dilaksanakan menghasilkan produk kreatif berupa bros bunga batik dan gantungan kunci dari batok kelapa yang dibuat oleh setiap anggota TP PKK. Produk-produk ini tidak hanya mencerminkan keterampilan dan kreativitas para peserta, tetapi juga menjadi simbol dari kolaborasi dan pemberdayaan komunitas desa.

“Kita harus bisa menyulap berbagai jenis limbah yang ada di sekitar lingkungan rumah kita untuk meminimalisir timbulnya limbah tidak terpakai yang dapat menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk yang berdampak pada tingginya angka masyarakat terjangkit DBD. Sekaligus, Kelurahan Kenep merupakan desa wisata yang terkenal dengan berbagai UMKM baik di bidang Food and Beverage seperti  jenang, wajik, wingko yang membutuhkan kelapa parut dan santan serta di bidang fashion seperti kain batik. Oleh karena itu, mari manfaatkan limbah-limbah yang ada di sekitar kita sebagai wadah untuk dapat selalu berkreatif dan berinovasi untuk mengembangkan dan memajukan kenep mantab,” ujar Kepala Kelurahan Kenep, Muh Siddik Pramana, SE terhadap proker Kelompok KKN 227 UNS.

Harapannya kegiatan workshop ini memberikan manfaat yang berkelanjutan seirama dengan tujuan diadakannya kegiatan tersebut bagi seluruh peserta dan juga kemajuan desa wisata kreatif Kenep. Mahasiswa kelompok KKN 227 UNS mengajak kepada seluruh masyarakat Kelurahan Kenep untuk turut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. (Triantotus)

Komentar