BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Mahasiswa IPB University mengajak puluhan siswa SDN 1 Kedunggupit, 18 Juli 2026 dan SDN 2 Kedunggupit, 23 Juli 2026 menjelajahi lingkungan sekolah untuk mengenali keanekaragaman hayati lokal melalui program Ekspedisi Mini DOLAN (Desa Olah Lingkungan Alam Nusantara).
Kegiatan edukasi lingkungan berbasis pengamatan lapangan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi anak-anak dalam mengidentifikasi berbagai spesies flora dan fauna, sekaligus memahami peran strategis setiap organisme dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Rangkaian acara diawali dengan pembekalan materi dasar mengenai karakteristik burung dan pohon yang sering dijumpai di area pemukiman serta sekolah. Usai mendapatkan pemahaman awal, para siswa diajak mempraktikkan ilmu mereka dengan memantau langsung area luar ruangan secara terbimbing.
Selama aksi penjelajahan, siswa dibekali fasilitas penunjang berupa leaflet dan lembar identifikasi sebagai sarana mencatat serta mencocokkan hasil pengamatan. Metode ini membuat interaksi belajar menjadi dinamis karena siswa terlibat penuh dengan alam sekitarnya.
Berbagai jenis burung berhasil diidentifikasi para siswa, antara lain perkutut jawa, tekukur biasa, walet linchi, walet sapi, kapinis rumah, cekakak sungai, layang-layang batu, cabai jawa, bondol peking, bondol haji, hingga bondol jawa. Sementara pada aspek flora, peserta mengenali pohon cokelat, jati, akasia, alpukat, nangka, rambutan, serta beragam tumbuhan liar lainnya.
Edukasi tersebut tidak berhenti pada hafalan nama spesies semata, melainkan berfokus pada fungsi ekologisnya. Keberadaan burung dijelaskan sebagai indikator alami kualitas udara dan ketersediaan pakan, sedangkan keberadaan pohon berperan vital memproduksi oksigen, menyediakan pakan, dan tempat berlindung.
Pembimbing ekspedisi dari IPB University, Yosua Setiawan Messakh, menegaskan pentingnya menanamkan persepsi bahwa satwa liar bukan sekadar pelengkap pemandangan, melainkan pemegang peran kunci keselarasan alam.
“Setiap burung yang kita jumpai memiliki peran penting di alam dan dapat menjadi indikator alami bagi manusia untuk mengetahui kondisi lingkungan di sekitarnya. Mengenalkan hal ini kepada anak-anak penting agar mereka memahami keberadaan burung di alam memegang peran kunci dalam menjaga kelestarian ekosistem,” papar Yosua.
Di sisi lain, pembimbing mahasiswa lainnya, Sabrina Rehulina Tarsil, mengapresiasi kepekaan para siswa terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Ia menilai proses pembelajaran berlangsung secara dua arah yang saling memperkaya wawasan.
“Anak-anak ternyata sudah banyak yang mengetahui jenis-jenis flora di sekitar rumah mereka. Kegiatan ini berjalan dua arah; saya membagikan teori perkuliahan, sementara saya mendapat pengetahuan lapangan langsung dari teman-teman SD,” ungkap Sabrina.
Rangkaian Ekspedisi Mini DOLAN diakhiri dengan sesi refleksi bersama. Tim IPB University berharap pengalaman pengamatan langsung ini dapat memupuk kepedulian berkelanjutan pada diri siswa untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di daerah mereka.
Penulis: Ibnu Burhanudin Habibi












Komentar