Saksikan Pagelaran Seni Kontemporer Rutan Solo, Respati Soroti Potensi Warga Binaan

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Walikota Solo, Respati Ardi menyaksikan langsung Pagelaran Seni Kontemporer yang digelar Rutan Kelas 1 Solo, Kamis, 13 Agustus 2026 malam.

Pentas seni bertajuk Suasana Malam Merdeka Rutan Surakarta: Akulturasi Jiwa, Rasa, dan Karsa ini dihadirkan menjadi ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya sekaligus membangun harapan baru.

banner 300x250

Kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Solo.

Dalam Acara itu menampilkan sejumlah pertunjukan seni dan budaya yang disajikan oleh warga binaan seperti pentas drama Roro Djonggrang, fashion show kolaborasi dengan Batik diNaDi serta melaunching produk batik berdesign “Melipat Malam” hingga gelaran musik gamelan.

Respati memaknai acara ini menjadi ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, sekaligus membangun harapan baru. Dirinya juga menyoroti potensi dari warga binaan yang tidak hanya menampilkan karya hiburan namhn juga kreativitasnya.

“Ini menunjukkan bahwa di balik status sebagai warga binaan, tetap ada potensi, kreativitas, dan keinginan untuk menjadi lebih baik. Ini merubah wajah rutan, karena ini benar-benar menyembuhkan dan merubah karakter warga binaan,” kata Respati.

Dirinya memastikan akan memberikan dukungan penuh bagi warga binaan untuk terus berkarya. Dia yakin, setiap manusia memiliki kesempatan untuk terus tumbuh dan kembali berjuang untuk hidupnya.

Respati pun mendorong warga binaan untuk terus semangat dan berkatya pada saat proses pembinaan di Rutan Solo. “Kita siap support karena setiap orang pasti punya penyesalan. Dan setiap insan manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk terus tumbuh,” tuturnya.

Lebih lanjut, mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Respati mengucapkan apresiasi kepada Rutan Kelas 1 Solo serta menyambut baik pembinaan yang melibatkan seni, budaya, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi.

Dia meyakini jika pembangunan Kota Solo tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga pada upaya memberdayakan manusia. Oleh karena itu, Respati juga berharap kepada masyarakat untuk dapat menerima kembali warga binaan manakala sudah bebas dari masa binaannya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas 1 Solo, Bhanad Shofa Kurniawan menjelaskan jika gelaran ini merupakan salah satu proses pembinaan bagi warga binaan. Pihaknya memastkilan akan selalu memberikan pembinaan agar warga binaan berubah menjadi probadi yang lebih baik.

Dirinya berharap masyarakat dapat melihat proses perubahan tersebut dan memberikan kesempatan kepada warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang baik.

“Di sini, warga binaan sedang berproses merubah dirinya menjadi lebih baik. Di sini kita berikan bekal sehingga ketika pulang nanti bisa ada keterampilan yang bisa berkontribusi untuk Kota Surakarta. Dan harapan kami, masyarakat bisa menerima dan memaafkan serta membimbing mereka juga,” paparnya.

Di sisi lain, Bhanad menerangkan jika salah satu karya yang turut menjadi fokus adalah motif batik Melipat Malam. Karya ini membawa pesan tentang keberanian menutup masa lalu dan membuka lembaran kehidupan baru dari warga binaan.

“Motif ini bermakna melipat masa lalu yang kelam warga binaan untuk menyongsong masa depan yang menjadi lebih baik,” tandasnya. (Ariyanto)

Komentar