Aksi Penolakan Pendirian Pabrik Semen di Pracimantoro Menggema di Solo

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Aksi Kamisan Solo digelar di kawasan Gladag, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Kamis, 31 Juli 2025. Kali ini di Gladag menjadi panggung perlawanan terhadap ketidakadilan.

Puluhan peserta aksi membawa payung hitam sebagai simbol duka dan perlawanan, mengangkat tema khusus Tolak Perampasan Lahan dan Lingkungan – Solidaritas untuk Warga Pracimantoro.

banner 300x250

Aksi damai ini dipimpin Faqhot, koordinator Aksi Kamisan Solo. Dalam orasinya, Faqhot menyerukan pentingnya keberpihakan terhadap warga yang tengah berjuang mempertahankan ruang hidup dari ancaman industri tambang dan pabrik semen.

“Ini bukan hanya perjuangan warga Pracimantoro,” tegas Faqhot dalam penutupan orasinya.

“Ini adalah perjuangan kita semua: perjuangan menjaga bumi dari kerakusan, menjaga akal sehat dari pembodohan, dan menjaga masa depan dari kehancuran,” ujarnya.

Aksi Kamisan sore itu tidak hanya menjadi ruang ekspresi penolakan terhadap praktik perampasan ruang hidup, tetapi juga menjelma sebagai ruang solidaritas lintas isu dan wilayah.

Salah satu yang hadir adalah perwakilan dari Paguyuban Tali Jiwa, Sri Wartanto, yang menyampaikan langsung situasi yang sedang dihadapi masyarakat Pracimantoro, Wonogiri.

“Selama ini masyarakat hidup damai dan cukup dengan bertani dan beternak, menggantungkan hidup pada tanah karst dan sumber air yang alami. Tapi semua itu terusik oleh rencana pendirian pabrik semen dan aktivitas tambang yang mengancam kelangsungan ekosistem dan masa depan anak cucu,” ujar warga Pracimantoro yang biasa disapa Anto ini, dalam wawancara singkat di sela-sela aksi.

Diberitakan sebelumnya, Paguyuban Tali Jiwa bersama warga Pracimantoro telah menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan pabrik semen yang dinilai akan merusak kawasan bentang alam karst dan merampas hak atas lingkungan hidup yang sehat.

Mereka juga aktif melakukan advokasi dan kampanye publik untuk menyuarakan penolakan tersebut, termasuk melalui partisipasi dalam forum-forum lintas kota seperti Aksi Kamisan ini.

Aksi Kamisan Solo merupakan aksi rutin yang digelar setiap Kamis sebagai bentuk protes terhadap berbagai ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia. Tema dan fokus aksi berganti-ganti, menyesuaikan dinamika sosial yang berkembang di berbagai wilayah.

Solidaritas yang ditunjukkan dalam aksi kali ini mempertegas bahwa perjuangan warga Pracimantoro bukanlah perjuangan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari gerakan lebih luas untuk mempertahankan hak hidup, ruang alam, dan keadilan ekologis. (Achmad Nur)

Editor: Triantotus

Komentar