Gubernur Luthfi Persilakan Iwapi Kelola Potensi Aset Daerah untuk Dorong Ekonomi

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi membuka peluang bagi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) untuk memanfaatkan aset milik pemerintah provinsi guna mengembangkan usaha dan memperkuat ekonomi daerah.

Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Iwapi Jawa Tengah periode 2026–2031 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat, 24 Juli 2026.

banner 300x250

Luthfi berharap, Iwapi tidak cukup hanya membangun jejaring bisnis antaranggota, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan potensi daerah.

“Jangan cari untung saja, tetapi harus punya dampak bagi masyarakat di mana IWAPI berada,” kata dia.

Sebab, Jawa Tengah memiliki potensi besar yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha perempuan, mulai dari aset pemerintah, kawasan perkebunan, hingga berbagai potensi ekonomi di kabupaten dan kota. Karena itu, ia meminta pengurus Iwapi aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi tersebut.

“Datangi Bupati dan Walikota. Tanyakan potensi apa yang bisa dikembangkan di daerah. Iwapi harus hadir memberikan solusi dan manfaat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga mendorong kepada para pengusaha perempuan tersebut ikut mendampingi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerahnya masing-masing supaya berkembang.

Sebab, UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses permodalan, peningkatan kualitas kemasan produk, pemasaran, hingga perluasan akses ekspor.

Saat ini, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Capaian tersebut perlu dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi perempuan pengusaha.

Ketua DPD Iwapi Jawa Tengah, Ning Wahyu Astutik mengatakan, organisasinya kini telah memiliki kepengurusan di tingkat cabang di seluruh Jateng, dengan jumlah anggota mencapai 3.000 orang.

Pada periode 2026–2031, Iwapi menargetkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat kecamatan, memperkuat peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta mempercepat digitalisasi pelaku usaha perempuan melalui pelatihan dan pengembangan pemasaran berbasis digital.

“Kami ingin usaha anggota Iwapi naik kelas dan semakin mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujar Ning.

Ketua Umum DPP Iwapi, Nita Yudi menambahkan, digitalisasi menjadi tantangan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM perempuan. Karena itu, pihaknya telah mengembangkan platform Iwapi Digital sebagai wadah informasi organisasi sekaligus sarana penguatan jaringan usaha anggotanya.

Ia membeberkan, Iwapi saat ini memiliki lebih dari 40 ribu anggota yang tersebar di 38 provinsi dan 259 kabupaten/kota, serta terus memperluas jejaring internasional untuk membuka peluang pasar ekspor bagi pelaku usaha perempuan Indonesia. (*)

Editor: Triantotus

Komentar