Portalika.com [SURAKARTA] – Sekitar 5.500 jamaah memadati Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dalam kegiatan Solo Bersholawat 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo bersama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jumat, 7 Agustus 2026.
Mengusung tema Ibadah yang Menguatkan Umat, Ikhtiar yang Menggerakkan Ekonomi, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai spiritual sekaligus mendorong peran masyarakat dalam menggerakkan perekonomian Solo Raya.
Kegiatan dihadiri Kepala Perwakilan BI Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, Imam Besar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, KH Abdul Rozaq Shofawi, Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, PhD, jajaran Forkopimda Kota Surakarta, para ulama dan kiai, imam masjid, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah dari berbagai wilayah Solo Raya dan sekitarnya.
Solo Bersholawat merupakan bagian dari rangkaian Syiar Ekonomi Syariah dan Pesantren (Syekaten), program KPw BI Solo yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Solo Raya.
Kepala Perwakilan BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat menyampaikan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, amanah, disiplin, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama merupakan fondasi penting dalam membangun ekonomi yang kuat dan berkeadilan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi penerima dampak, tetapi turut mengambil peran melalui berbagai langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama,” ujar Dwiyanto.
Untuk itu, Bank Indonesia mengajak jamaah menerapkan Tujuh Ikhtiar Ekonomi Masyarakat, yaitu:
- Mencintai dan mengutamakan produk lokal guna memperkuat perputaran ekonomi masyarakat;
- Berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan;
- Memperkuat gotong royong dengan mendukung dan mempromosikan usaha masyarakat;
- Membiasakan transaksi yang aman dan modern, termasuk pemanfaatan QRIS;
- Terus meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang;
- Mengelola keuangan keluarga secara sehat melalui tabungan dan dana darurat;
- Menghidupkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai bagian dari penguatan ekonomi umat.
Menurut Dwiyanto, ekonomi yang kuat tidak hanya dibangun oleh pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, tetapi juga oleh masyarakat melalui perilaku ekonomi yang produktif, disiplin mengelola keuangan, gemar menolong, serta mencintai produk banumat
Karena itu, penguatan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. “Mari jadikan Solo Raya sebagai teladan bahwa kota yang religius juga mampu menjadi kota yang maju ekonominya, berkembang UMKM-nya, maju ekonomi syariahnya, dan modern sistem pembayarannya,” tegas Dwiyanto.
Melalui Solo Bersholawat, Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pondok pesantren, masjid, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk mendorong pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan syariah, literasi serta pengelolaan keuangan, dan digitalisasi sistem pembayaran.
Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, PhD, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Solo Bersholawat 2026 yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat ukhuwah, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta kepedulian terhadap kemajuan umat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi masjid, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas.
Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam kesempatan tersebut mengajak jamaah untuk menjadikan majelis sholawat sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, menjaga persatuan, serta memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran ribuan jamaah menjadi cerminan kuatnya semangat masyarakat Solo Raya dalam menjaga tradisi sholawat dan kebersamaan umat.
Syekaten Berlanjut di Solo Square
Semangat penguatan ekosistem ekonomi syariah tersebut akan dilanjutkan melalui rangkaian Syekaten pada 28–30 Agustus 2026 di Solo Square.
Rangkaian kegiatan akan menghadirkan berbagai aktivitas yang memadukan syiar keagamaan dengan penguatan ekonomi masyarakat, antara lain pameran UMKM dan produk unggulan pondok pesantren, lomba Islami, serta tausiyah dari ulama dan dai nasional, di antaranya Ustadz Hanan Attaki dan Ustadz Hilman Fauzi.
Rangkaian tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, pelaku UMKM, pesantren, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Solo Raya.
Melalui semangat Ibadah yang Menguatkan Umat, Ikhtiar yang Menggerakkan Ekonomi Bank Indonesia mengajak masyarakat Solo Raya menjadikan nilai spiritual sebagai energi untuk terus berkarya, berdaya, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Dengan kolaborasi yang kuat, Solo Raya diharapkan mampu menjadi daerah yang religius sekaligus maju, dengan UMKM yang semakin berkembang, ekonomi syariah yang semakin kuat, dan sistem pembayaran yang semakin modern. (Ariyanto)












Komentar