Portalika.com [WONOGIRI] — Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu fokus Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melalui Program Multidisiplin 2 berupa pembentukan Bank Sampah Berseri Migunani di Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.
Program ini hadir sebagai upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Masyarakat Kelurahan Kaliancar dan calon pengelola Bank Sampah menjadi sasaran utama kegiatan, dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat sebagai mitra dalam proses edukasi, pengelolaan, dan pengembangan Bank Sampah.
Program ini mendukung SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Pembentukan Bank Sampah Berseri Migunani dilatarbelakangi oleh masih adanya permasalahan dalam pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Limbah rumah tangga, khususnya botol dan tutup botol plastik, masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menambah volume sampah.
Di sisi lain, sistem pencatatan Bank Sampah yang masih dilakukan secara manual juga dinilai kurang efisien dan memiliki risiko kehilangan data.
Melihat kondisi tersebut, Tim KKN menghadirkan program yang tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga mencakup edukasi pemilahan, pemanfaatan sampah, pembukuan, digitalisasi, kesehatan lingkungan, aspek hukum, serta kampanye pengelolaan sampah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan mengambil peran sesuai kompetensi masing-masing. Salah satunya melalui kegiatan Waste Craft, yaitu pelatihan pemanfaatan limbah tutup botol menjadi gantungan kunci yang ditujukan kepada ibu-ibu Dawis RT 1 dan RT 2 wilayah Pancuran.
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai pemanfaatan limbah botol plastik, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan kerajinan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak mengurangi limbah plastik, tetapi juga diberikan keterampilan untuk mengubah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi nilai jual.
Dari sisi administrasi, program Bank Sampah juga diperkuat melalui pembukuan dan digitalisasi pencatatan. Margareta Norisa Kartikasari memberikan edukasi pembukuan sederhana bagi pengelola Bank Sampah, sedangkan Damai Raya Fakhruddin mendukung digitalisasi sistem pencatatan transaksi menggunakan spreadsheet.
Upaya ini dilakukan agar proses administrasi menjadi lebih tertata, efektif, dan mudah digunakan oleh pengelola. Dengan adanya pencatatan yang lebih sistematis, transaksi Bank Sampah dapat terdokumentasi dengan lebih baik sehingga mendukung keberlangsungan pengelolaan Bank Sampah di masyarakat.
Program ini juga melibatkan berbagai pendekatan lain untuk membangun kesadaran masyarakat secara menyeluruh. Edukasi mengenai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) diberikan sebagai upaya memperkenalkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Dari sisi hukum, masyarakat diberikan pemahaman mengenai peraturan, hak, dan kewajiban dalam pengelolaan sampah. Sementara itu, edukasi kesehatan lingkungan membahas hubungan antara pengelolaan sampah dengan kesehatan masyarakat. Kampanye pengelolaan sampah juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Melalui pembentukan Bank Sampah Berseri Migunani, masyarakat Kelurahan Kaliancar diajak untuk mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah tidak lagi sekadar dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dipilah, dimanfaatkan, dikelola, bahkan memiliki nilai ekonomi apabila ditangani dengan tepat.
Program ini juga menghasilkan beberapa luaran, di antaranya Bank Sampah Berseri Migunani, berbagai media edukasi dari program keilmuan, serta digitalisasi pembukuan Bank Sampah.
Pada akhirnya, pembentukan Bank Sampah Berseri Migunani menjadi langkah kolaboratif antara mahasiswa KKN dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kemandirian warga dalam mengelola sampah.
“Kaliancar Naik Kelas” bukan sekadar tentang terbentuknya sebuah Bank Sampah, tetapi tentang tumbuhnya kesadaran bahwa pengelolaan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat, Bank Sampah Berseri Migunani diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Kaliancar menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)
Penulis: Maytasya Alia Kusuma, Fotografer: Damai Raya Fakhruddin dan Jonathan Adi Nugroho, Instagram/Tiktok: @kkn_kaliancar/@kkn_kaliancar
Editor: Triantotus












Komentar