Portalika.com [SRAGEN] — Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi kesehatan mental remaja di SMP Negeri 1 Tanon, Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama siswa kelas VIII A yang berjumlah 32 siswa.
Sosialisasi ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN-PPM Unisri dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sejak usia remaja.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kesehatan mental merupakan kondisi ketika pikiran, perasaan, dan perilaku berada dalam keadaan yang baik.
Mahasiswa juga menjelaskan kepada siswa bahwa memiliki kesehatan mental yang baik bukan berarti harus selalu merasa bahagia. Seseorang tetap boleh merasa sedih, marah, maupun kecewa, tetapi perlu belajar mengelola perasaan tersebut dengan baik.
Selain itu, siswa diberikan pemahaman mengenai beberapa faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental, seperti kondisi biologis, cara berpikir dan rasa percaya diri, dukungan keluarga dan lingkungan, kondisi ekonomi, serta penggunaan media sosial.
Siswa kemudian diajak berdiskusi mengenai berbagai hal yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Materi juga membahas mengenai pernikahan dini.
Mahasiswa menjelaskan bahwa pernikahan sebelum usia 19 tahun membutuhkan perhatian terhadap kesiapan fisik, mental, emosional, dan ekonomi. Siswa diajak memahami bahwa menikah bukan hanya soal saling suka, tetapi juga membutuhkan kesiapan dalam menjalankan berbagai tanggung jawab.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan pengaruh pernikahan dini terhadap kondisi remaja. Mahasiswa menjelaskan bahwa seseorang yang menikah ketika masih remaja bisa saja belum siap menghadapi berbagai tanggung jawab.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan stres dan tekanan, mengurangi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, serta membatasi waktu untuk bermain dan berinteraksi dengan teman.
Siswa juga diberikan gambaran mengenai beberapa dampak yang dapat muncul, seperti stres, kecemasan, rasa minder, risiko depresi, konflik dalam keluarga, hingga kesulitan dalam mengasuh anak karena belum matang secara emosional.
Dalam penyampaiannya, mahasiswa menekankan bahwa tidak semua orang yang menikah muda pasti mengalami dampak tersebut, tetapi risikonya dapat lebih besar.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa mengajak siswa membahas cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental sejak remaja. Siswa diberikan beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengenali perasaan dan tidak memendam masalah, bercerita kepada orang tua, guru BK, atau orang yang dipercaya, menggunakan media sosial dengan bijak, fokus belajar dan mengejar cita-cita, serta menjaga pola tidur, makan, dan olahraga.
Salah satu siswa kelas VIII A menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membuat dirinya lebih memahami tentang kesehatan mental.
“Menurut saya kegiatannya menarik karena sebelumnya saya belum terlalu paham kalau kesehatan mental itu bukan berarti harus selalu bahagia. Saya juga jadi tahu kalau saat punya masalah kita boleh cerita kepada orang yang kita percaya,” ujar salah satu siswa kelas VIII A.
Sementara itu, mahasiswa KKN-PPM Unisri mengatakan bahwa kegiatan tersebut dibuat agar siswa tidak hanya mengetahui pengertian kesehatan mental, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin menyampaikan materi dengan cara yang sederhana supaya siswa lebih mudah memahami. Harapannya, setelah kegiatan ini mereka bisa lebih mengenali perasaannya, tidak memendam masalah sendiri, dan tahu kepada siapa harus bercerita ketika sedang menghadapi masalah,” ujar Dina sebagai mahasiswa KKN-PPM Unisri.
Selama kegiatan berlangsung, siswa kelas VIII A mengikuti kegiatan dengan cukup aktif. Siswa terlibat dalam diskusi, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan pendapat mengenai berbagai situasi yang berkaitan dengan kesehatan mental remaja.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PPM Unisri berharap siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sejak remaja dan mampu menerapkan cara-cara sederhana untuk menjaga kondisi diri.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu siswa lebih fokus pada pendidikan dan cita-cita serta memahami pentingnya mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan.
Kegiatan ditutup dengan pesan kepada siswa bahwa menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dari persiapan menghadapi masa depan. Siswa juga diingatkan untuk tidak ragu meminta bantuan ketika sedang menghadapi masalah dan membutuhkan dukungan. (*)
Editor: Suryono












Komentar