Sosialisasi Teknologi Pangan Sederhana dan Pembuatan Taman Sayuran untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Desa Japoh

banner 468x60

Portalika.com [SRAGEN] – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Japoh, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari pelaksanaan KKN PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta Tahun Akademik 2025/2026.

Salah satu program kerja individu yang dilaksanakan berasal dari mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Rafi Gian Tri Nugroho (NPM 23600045), dengan kegiatan bertajuk Sosialisasi Teknologi Pangan Sederhana dalam Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan di Desa Japoh, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada 4 Agustus 2026.

banner 300x250

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal secara optimal melalui penerapan teknologi pangan sederhana.

Desa memiliki berbagai potensi pangan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan pengolahan dan pemanfaatan yang tepat, bahan pangan lokal diharapkan memiliki nilai tambah serta dapat mendukung kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal serta penerapan teknologi pangan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan teknologi pangan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan nilai guna bahan pangan dan mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Selain kegiatan sosialisasi, program kerja individu ini juga diwujudkan melalui kegiatan nyata berupa pembuatan taman sayuran yang berlokasi di TPQ Miftahul Jannah, Dukuh Sumberan, Desa Japoh.

Pembuatan taman sayuran dilakukan dengan melibatkan masyarakat sekitar Dukuh Sumberan yang turut membantu dalam proses persiapan lahan, penanaman, hingga penataan taman.

Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Semangat gotong royong antara mahasiswa KKN dan warga sekitar menunjukkan adanya kerja sama yang baik dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Dengan adanya partisipasi warga, taman sayuran diharapkan dapat terus dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah program KKN selesai dilaksanakan.

Taman sayuran tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak TPQ Miftahul Jannah.

Anak-anak dapat belajar secara langsung mengenai proses menanam, merawat tanaman, serta mengenal berbagai jenis sayuran dan manfaatnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya bercocok tanam, menjaga lingkungan, dan mengenal sumber pangan yang sehat.

Selain memberikan manfaat bagi anak-anak, keberadaan taman sayuran juga diharapkan dapat bermanfaat bagi warga sekitar. Taman ini dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing.

Hasil tanaman yang tumbuh nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan bersama serta mendukung ketersediaan pangan di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, Rafi Gian Tri Nugroho berharap masyarakat dapat semakin memahami pentingnya pemanfaatan potensi pangan lokal dan mulai menerapkan kegiatan sederhana untuk mendukung ketahanan pangan.

Program ini juga menjadi bentuk penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan kepada masyarakat secara langsung.

Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi antara mahasiswa KKN, masyarakat Dukuh Sumberan, dan TPQ Miftahul Jannah dalam menciptakan program yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Diharapkan kegiatan sosialisasi teknologi pangan sederhana dan pembuatan taman sayuran ini dapat memberikan manfaat jangka panjang serta menjadi langkah awal dalam meningkatkan kemandirian pangan masyarakat Desa Japoh.

KKN PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta Tahun Akademik 2025/2026, bersama masyarakat, mengembangkan potensi lokal untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan. (*)

Editor: Suryono

Komentar