Selendang Rajut Jepara Simbol Keakraban Pemprov Jateng dan Kafilah MTQ Papua Barat Daya

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] — Kafilah Papua Barat Daya mengapresiasi panitia penyambutan dan pelayanan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang.

Kesan itu dirasakan sejak rombongan tiba di bandara, Rabu, 9 September 2026. Salah satu bentuk penyambutan yang menarik perhatian yakni pengalungan selendang rajut khas Jepara, kepada anggota kafilah.

banner 300x250

Penyambutan tersebut dinilai menunjukkan keramahan dan keakraban tuan rumah, kepada para peserta dari berbagai daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum LPTQ Papua Barat Daya, Abu Bakar Alhamid, mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan pemprov yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi.

Menurutnya, rombongan disambut dengan penuh antusias dan suasana kekeluargaan. “Kami sangat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Semarang, yang telah menyambut kami dengan penuh antusias,” ujar Abu Bakar Alhamid.

Menurutnya, hubungan masyarakat Jawa dan Papua selama ini juga cukup erat. Banyak warga Jawa yang tinggal di Papua, termasuk Papua Barat Daya, dan hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.

“Jawa Tengah itu seperti saudara sendiri. Orang-orang Jawa yang ada di Papua Barat Daya punya ikatan kekeluargaan, dan bersama-sama membangun Papua Barat Daya,” katanya.

Ditambahkan, Kafilah Papua Barat Daya mengirimkan sebanyak 71 orang dalam MTQ Nasional kali ini. Mereka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membawa misi membumikan nilai-nilai Alqur’an dan memperkuat solidaritas keagamaan.

Sementara itu, peserta cabang tilawah dewasa putri, Sarah Yunita, mengaku telah menjalani training center sekitar satu bulan. Persiapan dilakukan dengan latihan rutin, menjaga pola makan, pola hidup, serta olahraga untuk menjaga kualitas suara.

“Latihannya biasanya habis Subuh dan habis Magrib. Selain itu saya juga menjaga makan dan pola hidup,” ujar Sarah.

Dia mengaku senang bisa datang ke Semarang karena selama ini belum pernah berkunjung. Selain mempersiapkan diri menghadapi perlombaan, Sarah juga mengaku penasaran ingin mencicipi kuliner khas Semarang.

“Kalau sudah sampai sini berarti harus siap untuk lomba dan terus latihan untuk maju ke mimbar tilawah,” katanya.

Sebagai informasi, MTQ Nasional ke -31 berlangsung dari tanggal 11-20 September 2026. Acara inti dipusatkan di Lapangan Simpanglima Semarang. Presiden Prabowo dijadwalkan hadir saat pembukaan tanggal 12 September.

Agendanya sebagai berikut:

  • 11-12 September: kedantangan kafilah, registrasi ulang, malam ta’aruf.
  • 12 September: pawai taaruf, pelantikan dewan hakim, orientasi dewan hakim, pembukaan pameran dan bazar, pembukaan MTQ Nasional ke-31.
  • 13-17 September: Penyisihan seluruh cabang musabaqoh.
  • 18 September : Final seluruh cabang musabaqoh.
  • 19 September: city tour, penutuoan MTQ Nasional ke-31.
  • 20 September: berpulangan kafilah. (*)

Editor: Triantotus

Komentar