Angkat Anarkisme Suporter Sepakbola Di Medsos, Tim PKM RSH DKV ISI Surakarta Beri Rekomendasi Solusi

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Tim Program Kreatif Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM RSH) Prodi DKV FSRD ISI Surakarta lolos seleksi Kemendikbudristek. Melalui skim PKM RSH ini, tim meneliti supporter Persis Solo.

Riset berjudul Fanatisme Sepakbola: Analisis Visual Media Sosial Terhadap Anarkis Antar Suporter, bertujuan untuk mengetahui bagaimana sepakbola dapat mempengaruhi sikap suporter, mengetahui penyebab suporter berkomentar negatif, dan pencegahan yang tepat sikap anarkis suporter dalam visual di media sosial.

banner 300x250

Tim PKM  terdiri dari Nola Ardelia Vorna Cilla sebagai ketua, dengan anggota Viki Anjani, Melda Nurantika, dan Siti Nur Amaliah yang kesemuanya mahasiswa angkatan 2021 Prodi DKV FSRD ISI Surakarta dengan dosen pembimbing, Basnendar Herry Prilosadoso, SSn, MDs.

Baca juga: Lewat Pelatihan Desain Kemasan Dan Label Produk, Dosen DKV ISI Surakarta Dampingi UMKM Kota Magelang

Tahapan penelitian berupa pengumpulan data, studi pustaka, wawancara, dan kuesioner serta observasi dengan melihat langsung beberapa pertandingan baik di Liga I PSSI maupun laga timnas Indonesia di Stadion Manahan Solo.

Menurut Ketua Tim, Nola Ardelia, melalui riset sosial ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang ditujukan kepada kelompok suporter Persis Solo, panitia penyelenggara Stadion Manahan Solo, dan stakeholder lain terkait sepakbola, dimana riset ini bertujuan untuk membantu dalam memahami fenomena fanatisme suporter di era media sosial yang seringkali kompleks dan kontroversial.

Penelitian dengan akun IG aster.suporter sebagai media publikasi dan informasi pelaksanaan riset ini juga dapat memberikan panduan bagi pembuat kebijakan, platform media sosial, dan organisasi yang ingin mengelola dampak fanatisme suporter di platform online.

Wawancara secara langsung dengan narasumber dilakukan di antaranya Ginda Ferachtriawan. Ketua Panpel Stadion Manahan, Mayor Haristanto pendiri Pasoepati, Nikko Auglandy selaku penulis buku Bangkitlah Sang Legenda Kiprah Persis Solo di Dunia Sepakbola, dan 5 orang perwakilan suporter PERSIS Solo.

Selain itu untuk menambah analisis data dengan mengumpulkan berupa kuesioner dari 147 responden. Hasil kajian dalam penelitian, dimana persaingan antar suporter sepakbola memang sering terjadi dengan melemparkan ejekan berupa meme ataupun gambar mengejek lainnya di media sosial tentunya dapat memprovokasi dan memperburuk keadaan.

Menurut Mayor Haristanto, peran suporter dapat memberikan dampak positif selama anggota suporter kompak bekerja sama menjadi suporter yang atraktif, fair play yang siap menang dan siap kalah. Hal ini dapat memperbaiki citra suporter yang saat ini masih dianggap buruk, selain itu edukasi yang diberikan kepada supoter Pasoepati yaitu berupa budaya kulo nuwun.

Hal ini pernah diterapkan pada saat pertemuan di Surabaya, Solo sebagai tamu menerapkan budaya kulo nuwun yang bermakna Solo berkunjung dengan membawa cinta dan perdamaian. “Tentunya hal ini dapat memberikan kesan yang baik pada tuan rumah agar dapat menerima tamu dengan baik pula,” ungkapnya. (Triantotus)

Komentar