Portalika.com [SURAKARTA] — Menjelang pelaksanaan Suaraga pada 4 dan 5 Juli 2026 di Taman Balekambang, Solo, berbagai rangkaian pre-event sukses digelar bersama komunitas, kreator, pelaku budaya, dan pegiat wellness lokal.
Melalui kolaborasi Boss Creator, Madhaus, Vindes, dan Balai Suka Cita sebagai Official City Experience Partner of Suaraga, Suaraga hadir sebagai festival yang memadukan musik, wellness, komunitas, dan pengalaman kota dalam satu perjalanan.
Rangkaian pre-event yang berlangsung sepanjang Juni hingga awal Juli ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan semangat Suaraga kepada masyarakat sekaligus menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, kesehatan, dan komunitas dalam pengalaman yang dekat dengan keseharian warga Solo.
Sebagai pembuka, Suaraga berkolaborasi dengan uma wirsa dan Solo Music Market menghadirkan Yoga in Cotton: Men on the Mat pada 14 Juni 2026 di Taman Lingkar Lokananta. Program ini mengajak para peserta, khususnya laki-laki, untuk melambat sejenak dan menikmati ruang refleksi melalui praktik yoga yang terbuka untuk semua level.
Pada malam harinya, rangkaian dilanjutkan dengan talkshow Burnout, Anxiety, Respon Tubuh bersama psikiater dr. Dwikky Usman, Sp.KJ dan yoga teacher Tina.
Diskusi tersebut membahas hubungan antara kesehatan mental dan fisik, sekaligus mengajak peserta memahami pentingnya mengenali sinyal tubuh di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat.
Masih dalam semangat menjaga keseimbangan antara tubuh dan pikiran, Suaraga bersama Indonesia Creators Economy (ICE) menghadirkan KOL Workshop: Telling Stories That Heal, Connect, and Last pada 15 Juni 2026 di Loji Gandrung.
Menghadirkan Sania Leonardo, Guff Perdana, dan Hana Novitriani selaku Vice President ICE, workshop ini memberikan ruang belajar bagi para kreator konten dan KOL di Solo untuk mengembangkan kemampuan storytelling yang autentik, membangun koneksi dengan audiens, serta memahami strategi distribusi konten yang relevan di era digital.
Antusiasme peserta terlihat melalui sesi diskusi interaktif dan mini challenge yang mendorong mereka menerapkan materi secara langsung.
City Cycling Experience yang digelar pada 19 Juni 2026 bersama komunitas Solo Last Friday Ride (SLFR). Mengajak lebih dari seratus peserta bersepeda menyusuri berbagai sudut kota Solo sejauh kurang lebih 15 kilometer, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan komunitas sekaligus cara baru menikmati wajah kota.
Rute yang melintasi berbagai kawasan ikonik Solo menunjukkan bagaimana aktivitas sederhana seperti bersepeda dapat mempererat koneksi antara masyarakat, ruang publik, dan identitas kota.
Keesokan harinya, 20 Juni 2026, Suaraga bersama Soerakarta Walking Tour dan Balai Suka Cita menghadirkan program Mlaku Santai, sebuah pengalaman berjalan kaki yang mengajak peserta menghayati kembali cerita dan karakter Kota Solo.
Melalui rute yang menyusuri kawasan bersejarah kota, peserta diajak melihat Solo dari perspektif yang lebih personal, memahami jejak budaya yang masih hidup hingga hari ini, sekaligus merasakan ritme kota yang kerap terlewat dalam keseharian.
Rangkaian pre-event kemudian ditutup pada 21 Juni 2026 melalui Kurasi Band Lokal oleh Pophariini x Vixtape di Hetero Space. Acara diawali dengan talkshow bersama Haris Franky dari Vixtape dan Denboi dari Pophariini yang membahas strategi bertahan dan berkembang bagi band independen di kota asalnya.
Setelah itu, enam band terpilih hasil seleksi karya tampil dalam sesi kurasi panggung langsung untuk memperebutkan kesempatan tampil di Suaraga 2026.
Suasana semakin hangat melalui sesi jamming terbuka yang dipandu oleh Nguber Drummer, mempertemukan musisi dan audiens dalam satu ruang kolaboratif yang inklusif.
Selain berbagai aktivitas yang telah berlangsung, Suaraga juga akan menghadirkan dua program pre-event terakhir menjelang festival, yaitu Singing for Healing with Solo Voice pada 28 Juni 2026 di kawasan Car Free Day Ngarsapura serta Mengenal Diri Lewat Zodiak Jawa dan Primbon yang bekerja sama dengan Museum Radya Pustaka pada 3 Juli 2026.
Kedua program tersebut melengkapi perjalanan Suaraga dalam menghadirkan pengalaman wellness yang berakar pada budaya dan komunitas lokal.
Melalui rangkaian pre-event yang telah berlangsung, Suaraga ingin menunjukkan bahwa sebuah festival tidak hanya hadir selama dua hari penyelenggaraan, tetapi juga tumbuh bersama komunitas yang menghidupinya. (Ariyanto)












Komentar