Bahagia Dan Duka Warnai Dies Natalis Ke-44 Unisri, Kenapa?

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Peringatan Dies Natalis ke-44 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng yang digelar di Auditorium Unisri di Kelurahan Joglo, Banjasari, Surakarta, Sabtu 22 Juni 2024 diwarnai bahagia dan duka. Bahagia karena saat ini usia Unisri genap 44 tahun, namun bersamaan dengan itu Ketua Panitia Dies Natalis Unisri yakni Djaka Hartana meninggal dunia.

“Pertama kami mengucapkan terima kasih atas doa teman-teman kepada Pak Djaka. Di bagain lain ini hari bahagia bagi Unisri Surakarta yang merayakan hari ulang tahun ke-44,” ujar Rektor Unistri Prof Dr Sutoyo, MPd menjawab pertanyan media seusai acara Dies Natalis ke-44 Unisri dengan tema Bergerak Maju Menuju Unisri Bermutu di Auditorium Unisri.

banner 300x250

Menurut dia Dies Natalis ini ditandai dengan langkah Unisri yang mau mengglobal ke tingkat Asean, tetapi tetap memperhatikan nilai-nilai budaya, juga tetap menjaga kearifan lokal. Perhatian itu di antaranya ditandai dengan tari dan klenengan yang disajikan di acara ini.

Baca juga: 92 Tenant Ikuti Expo UMKM Unisri 2024 Di Balaikota Solo

Dia menjelaskan capaian-capaian Unisri baik di bidang sumber daya manusia di bidang prestasi mahasiswa, prestasi dosen dan peningkatan prestasi pengadaan sarana prasarana tahun 2024 ini dinilai cukup membanggakan.

Selain itu hibah-hibah institusi yang diperoleh Unisri dengan nilai kurang lebih Rp8 miliar ini juga sesuatu yang cukup membanggakan. Terkait hal itu dia berharap mudah-mudahan capaian-capaian target Unisri tahun depan akan semakin bagus.

Sedangkan orator yang diundang saat Dies Natalis pihaknya mengundang dari USA yaitu CEO Parallaxnet, Mazhar Durrani.

“Dan alhamdulillah ikut menandatangani kerja sama internasional. Ini sebagai upaya mewujudkan kualitas Unistri di tingkat Asia Tenggara minimal, syukur bisa lebih. Kami selaku rektor merasa senang dan mudah-mudahan Allah selalu membimbing, menuntun dan meridoi apa yang kami lakukan untuk mmennuju Unisri yang berkualitas di tingkat Asia Tenggara berbasis nilai Pancasila dan nilai Slamet Riyadi,” kata Sutoyo.

Dia mengutarakan bentuk kerja sama dengan Parallaxnet ada beberapa hal. Di antaranya magang, pelatihan IT yang dilakukan oleh Parallaxnet serta mahasiswa Unisri dan itu sertifikatnya adalah sertifikat internasional.

Rektor Unistri Prof Dr Sutoyo, MPd menjawab pertanyaan media seusai acara Dies Natalis ke-44 Unisri di Auditorium Unisri Kelurahan Joglo, Banjarsari, Solo, Jateng, Sabtu 22 Juni 2024. (Portalika.com/Iskandar)

Ditanya kapan realisasi kerja sama tersebut, Sutoyo mengatakan realisasi kerja sama dalam waktu dekat ini. Kerja sama tersebut akan segera ditandatangani dan akan direncanakan.

Karena hal ini menyangkut mahasiswa dan juga anggaran. Mudah-mudahan mahasiswa banyak yang berminat uuntuk mengikuti pelatihan-pelatihan dan tentu nanti mereka akan dimagangkan di sana.

“Jadi istilahnya nanti magang internasional,” katanya.

Menyinggung pemilihan kerja sama jatuh pada Parallaxnet, karena kebetulan pihaknya mempuyai koneksi dengan Parallaxnet. Sehingga pihaknya yang pernah dua kali pertemuan dengan Parallaxnet di Unisri, sekaligus diundang untuk kerja sama dan orasi.

Sebenarnya, ungkap dia, pihaknya pada rapat terbuka Senat Unisri dalam rangka Dies Natalis ke-44 ini ingin mengundang satu pihak lagi. Tapi kalau pada dies orator intinya dua dinilai tidak lazim.

CEO Parallaxnet, Mazhar Durrani dari USA menjadi orator tamu yang diundang Unisri Solo saat acara Dies Natalis ke-44 Unisri di Auditorium Unisri Kelurahan Joglo, Banjarsari, Solo, Jateng, Sabtu 22 Juni 2024. (Portalika.com/Iskandar)

Padahal pihaknya sebenarnya sudah mempunyai link dengan Menteri Keuangan Malaysia. “Tapi nanti akan kita agendakan tahun depan. Sehingga orator-orator itu diambilkan dari luar yang mengarah ke Asean yang kita targetkan,” tegas dia.

Meninggalnya Djaka Mengagetkan
Pada bagian lain meninggalnya Djaka Hartana sempat mengagetkan sejumlah tamu undangan Dies Natalis yang hadir di Auditorium Unisri, Surakarta. Untuk itu seluruh guru besar dan tamu undangan lainnya yang hadir diajak ikut mendoakan berpulangnya laki-laki yang sehari-hari menjabat sebagai Ketua Bidang Akademik Unisri tersebut.

Sutoyo yang meminta seluruh hadirin mendoakan berpulangnya almarhum tampak terharu sehingga pidato yang diucapkan menjadi terbata-bata.

“Mari kita menundukkan kepala sejenak mendoakan almarhum Pak Djaka agar diterima di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih atas doanya untuk Pak Djaka,” ujar dia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan Djaka meninggal dunia setelah mendadak jatuh di awal acara hendak dimulai.

“Ini mengagetkan sekali karena pagi masih bisa bercanda dengan para tamu dan kelihatan bugar. Tapi mendadak jatuh dan setelah dilarikan ke rumah sakit kabar terakhir yang kami terima telah meninggal dunia,” ujar salah seorang tamu undangan yang enggan disebut jati dirinya. (Iskandar)

Komentar