Portalika.com [WONOGIRI[ – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Wonogiri menerima kunjungan audiensi Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri di Gedung DPD LDII Wonogiri, Bulusari, Desa Bulusulur, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.
Tujuan audiensi Bawaslu Kabupaten Wonogiri dalam rangka menjalin silaturahmi dan kemitraan dengan stakeholder masyarakat seperti LDII dalam rangka pengawasan pemilu, pencegahan pelanggaran, pemeliharaan daftar pemilih dan pembaharuannya, pengawasan partisipatif, pendidikan pemilih dan pencegahan money politik.
Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Slamet Mugiyono mewakili Ketua Bawaslu Wonogiri, Joko Wuryanto mengajak LDII membangun kerja sama dalam pendidikan pemilih dan partisipasi aktif dalam pelaksanaan Pemilihan Umum.
Ia didampingi Ambar Endra Saputro Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa serta Mayaris Kusdi, Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat.
Sementara Ketua DPD LDII Wonogiri, H Sutoyo menyampaikan selamat datang dan ucapan terima kasih atas kehadiran komisioner Bawaslu di Kantor DPD LDII Wonogiri
Dia didampingi pengurus dan penasihat mengatakan LDII senantiasa mendukung dan menyukseskan program-program pemerintah.
“Kami punya tagline 3K yaitu Karya, Kontribusi, dan Komunikasi. Lakukan karya walau sekecil apapun yang penting punya nilai, dan mempunyai kontribusi kepada masyarakat, lalu Komunikasikan dengan baik. Ini menjadi dakwah bi hal yang efektif, contohnya di bidang pendidikan kami mendirikan 4 ponpes, beberapa sekolah SD, SMP dan SMA,” jelasnya.
Ia menambahkan LDII Wonogiri saat ini memiliki perwakilan setingkat kecamatan (PC) sebanyak 23 dan perwakilan setingkat desa/kelurahan ada 73. Ada 2 kecamatan yang belum terbentuk pimpinan tingkat kecamatan yakni Paranggupito dan Karangtengah.
Sementara pada sesi sarasehan Mayaris Kusdi komisioner Bawaslu menyampaikan tahapan-tahapan penyelenggaraan pemilihan umum termasuk tugas dan kewenangan Bawaslu.
Tahapan pra penyelenggaraan pemilu seperti pemeliharaan daftar pemilih, pembaharuan daftar pemilih yang harus selalu dikawal agar tidak ada warga negara yang mempunyai hak pilih tercecer ataupun tertinggal.
“Kita wujudkan pengawasan partisipatif, pelaksanaan pemilihan umum yang mengedepankan kejujuran, berpolitik bermartabat, politik berintegritas,” tandas Mayaris.
Sementara itu, Wanhat DPD LDII Wonogiri, KH Suharto mempertanyakan bagaimana strategi pendidikan politik untuk generasi Gen Z yang lebih suka pada teknologi daripada sesuatu yang berbau intelektualitas.
Ambar yang membidangi pendidikan pemilih, menjelaskan salah satu strategi yang sudah dijalankan adalah membuat program “Bawaslu Mengajar” untuk memberikan pendidikan politik, penyadaran akan bahaya politik uang, hoax, dan ujaran kebencian melalui berbagai media sosial.
Pada sesi tanya jawab, Sekretaris DPD LDII Wonogiri, Agung Susanto berharap usai audiensi ditindaklanjuti dengan MoU dengan Bawaslu terkait program kegiatan pendidikan politik untuk pemilih pemula. (Triantotus).












Komentar