Belum Genap Setahun, Solo Safari Raih Penghargaan Indonesia Leading Theme Park

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Belum genap setahun berdiri, Solo Safari meraih penghargaan 14th Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) 2023/2024, yang diselenggarakan oleh ITTA Foundation. ITTA adalah organisasi non-pemerintah yang didirikan tahun 2010, bertujuan untuk mengembangkan pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Siaran pers Solo Safari yang diterima Rabu, 13 Desember 2023 menyebutkan, malam penganugerahan penghargaan bergengsi insan pariwisata Indonesia Travel & Tourism Awards ini berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Senin, 11 Desember 2023.

banner 300x250

Solo Safari meraih penghargaan pada kategori Indonesia Leading Theme Park pada ajang ITTA Award 2023. Penghargaan ini diberikan kepada pelaku bisnis yang telah berkontribusi memajukan industri pariwisata Tanah Air menjadi lebih baik.

Baca juga: 3 Bacalon Siap Bersaing Jadi Ketua PHRI Solo

Disebutkan dalam siaran pers, ITTA 2023/2024 adalah ajang bergengsi bagi insan pariwisata, destinasi pariwisata dan perhotelan di seluruh Indonesia dalam dedikasinya untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia. Ini merupakan acara tahunan berskala nasional berlangsung melalui beberapa tahapan dan proses.

Tahapan tersebut dimulai sejak pendaftaran nominasi 8 September hingga 20 Oktober 2023, dilanjutkan dengan Online Voting November 2023. Hasilnya diumumkan pada malam puncak penganugerahan pada 11 Desember 2023.

Menjelang satu tahun menjadi bagian dari destinasi pariwisata di Kota Solo, Solo Safari terus melakukan upaya-upaya dalam melengkapi penyempurnaan di fase pertama. Ini juga merupakan komitmen Solo Safari dalam menampilkan beragam inovasi dan atraksi yang semakin memperkaya experience dari kunjungan para wisatawan.

Vice President Media Digital dan Event Taman Safari Indonesia Group, Alexander Zulkarnain menyampaikan apresiasinya terhadap prestasi ini.

General Manager Solo Safari, Shinta Adithya (kiri) berfoto bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno. (Portalika.com/Istimewa)

“Ini merupakan komitmen dari Solo Safari hasil kerjasama dengan Pemerintah Kota Solo, untuk memberikan tempat wisata dan edukasi tentang konservasi satwa terbaik, yang bisa menjadi ikon pariwisata dan kebanggaan warga Kota Solo dan Jawa Tengah. Diharapkan ini dapat memberikan dampak yang luas bagi masyarakat baik dari sektor pariwisata, ekonomi dan juga konservasi,” ujarnya.

Dia bersyukur Solo Safari mendapatkan hasil terbaik dan mendapat penghargaan pada kategori Indonesia Leading Theme Park pada ITTA tahun ini, menjadi theme park yang terdepan di Jawa Tengah (Jateng) dan tentunya theme park di Indonesia.

Dengan penghargaan ini, Solo Safari berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam meningkatkan kunjungan pariwisata di Jateng khususnya di Kota Solo.

Sementara itu General Manager Solo Safari, Shinta Adhitya mengatakan Solo Safari menjadi pemenang dalam ITTA Award 2023 pada usia yang belum genap setahun. Hal ini kerena tampilan keunikan dari wahana yang ada, tentunya juga dari jumlah kunjungan wisatawan yang cenderung meningkat di Solo Safari.

Solo Safari Punya 400 Satwa
Pengembangan area dengan wahana-wahana baru di Solo Safari juga diharapkan dapat menambah pengalaman yang didapatkan oleh seluruh pengunjung. Dia menjelaskan Taman Safari Indonesia (TSI) Group, memiliki lebih dari 8.700 satwa, 400 spesies, dan dikunjungi oleh lebih dari 5 juta pengunjung setiap tahun.

General Manager Solo Safari Shinta Adithya (tiga dari kiri) berfoto bersama sebagian wakil yang memperoleh penghargaan lainnya. (Portalika.com/Istimewa)

Dengan kontribusinya dalam menyelamatkan, memulihkan, dan melepaskan ribuan satwa ke alam liar sejak tahun 1980, TSI Group telah menjadi salah satu organisasi konservasi dunia untuk satwa endemik Indonesia dan spesies terancam punah dunia.

TSI Group sebelumnya telah meraih empat sertifikasi internasional dan 16 penghargaan nasional untuk pusat konservasi dan rekreasi.

Dia menjelaskan TSI Group membuka area konservasi satwa pertamanya, yaitu The Great Taman Safari Bogor di Cisarua, Bogor, Jawa Barat pada April 1986. Setelah satu dekade, TSI Group berkembang dengan mendirikan The Grand Taman Safari Indonesia Prigen, Pasuruan, Jawa Timur pada Desember 1997.

Keberhasilan kedua, area konservasi oleh TSI mendorong perusahaan untuk membangun area konservasi lainnya, seperti The Amazing Taman Safari Bali, The Funtastic Beach Safari Batang Jateng, Jakarta Aquarium & Safari, dan yang terbaru, Solo Safari.

TSI Group juga mengawasi beberapa unit bisnis untuk memenuhi kebutuhan pariwisata, seperti Royal Safari Garden, Safari Resort, Baobab Safari Resort, Mara River Safari Lodge, dan Safari Wonders.
TSI Group memiliki visi untuk menjadi area konservasi satwa serta pariwisata berbasis pendidikan dan penelitian.

Solo Safari berada di Kota Surakarta atau lebih dikenal dengan Kota Solo, Provinsi Jateng yang telah soft launching 27 Januari 2022.

Solo Safari mempunyai lebih dari 90 spesies satwa, dan jumlah keseluruhan satwa mencapai kurang lebih 400 satwa. Tempat ini merupakan area konservasi dengan berkonsep Theme Park.

Theme Park yang menjadi bagian dari Solo Safari ada Asia Panorama, African Savannah, Primate Island, Petting Zoo, Bengal Tiger & Serval Exhibit, Middle East, Aviary, African Rimba, Sumatran Elephant. Disamping itu di Solo Safari ada wahana dengan tiga wahana permanen dan satu wahana tematik.

Dari sejak soft launching jumlah pengunjung di Solo Safari sampai bulan November 2023 tercatat 600.000 pengunjung. (Iskandar)

Komentar